Dihantam Gelombang Tinggi di Muara PPNP, Kapal Nelayan Pekalongan Karam dan 1 ABK Meninggal Dunia

Dihantam Gelombang Tinggi di Muara PPNP, Kapal Nelayan Pekalongan Karam dan 1 ABK Meninggal Dunia
WAHYU HIDAYAT. KORBAN – Jenazah Muhayat (56), seorang nelayan asal Panjang Baru, Pekalongan Utara, dibawa dari RS Budi Rahayu untuk dipulangkan ke keluarga, Sabtu (12/9/2026) malam.
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Kapal nelayan jaring gillnet KM Surya A (GT 3) karam dihantam gelombang tinggi saat hendak memasuki celah muara Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan (PPNP), Jawa Tengah, Sabtu (12/9/2026) malam.

Kecelakaan laut akibat cuaca buruk tersebut mengakibatkan satu orang nelayan bernama Muhayat (56), warga Kelurahan Panjang Baru, Kecamatan Pekalongan Utara, meninggal dunia.

Sementara itu, rekannya bernama Budi Riyanto (50) berhasil selamat setelah berjuang menyelamatkan diri dengan berpegangan pada bebatuan pemecah gelombang (breakwater).

Baca Juga:Hutan Jati Perhutani di Weleri Terbakar 1 Hektar, Petugas Gabungan Padamkan Api Pakai Alat SeadanyaNikmati Momen! Ramalan Cinta Zodiak 14 September 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Budi menceritakan, musibah terjadi sekitar pukul 21.00 WIB ketika kapal yang mereka tumpangi mendadak dihantam ombak besar setinggi dua meter hingga kehilangan kendali dan terhempas ke struktur pemecah gelombang.

“Mesin kapal dalam keadaan menyala, tapi terdorong ombak hingga tidak bisa menguasai kendali. Tiga kali kapal terkena ombak besar hingga pecah,” ungkap Budi di rumah sakit, Sabtu (12/9/2026) malam.

Usai kapal hancur, Budi berhasil menyelam dan berpegangan pada batu hingga mencapai daratan. Ia kemudian menemukan Muhayat tergeletak pingsan di tepi pantai sebelum akhirnya dievakuasi ke RS Budi Rahayu, namun nyawa korban tidak tertolong.

Kasat Polairud Polres Pekalongan Kota, Iptu Ponco Budiarto, mengonfirmasi insiden tersebut dan menyampaikan bahwa jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga.

Pihak kepolisian mengimbau para nelayan di wilayah Pantura untuk terus memantau prakiraan cuaca serta mengedepankan keselamatan sebelum memutuskan melaut di tengah ancaman gelombang tinggi. (way)

0 Komentar