PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Kasus kebakaran di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mengalami lonjakan signifikan seiring tingginya intensitas musim kemarau.
Hingga 21 September 2026, Satpol PP dan Damkar Kota Pekalongan mencatat sebanyak 16 kejadian kebakaran hanya dalam kurun kurun waktu tiga pekan pertama bulan ini.
Secara akumulatif sejak Januari hingga September 2026, angka kebakaran telah menyentuh 75 kejadian, melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencatatkan 32 kejadian.
Baca Juga:Terdakwa Pencabulan di Kendal Divonis 2 Tahun 8 Bulan Penjara, Kakek Korban Mengaku LegaAda Kemajuan? Ramalan Keuangan Zodiak 23 September 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces
Kepala Satpol PP Damkar Kota Pekalongan, Taufiqu Rochman, menyampaikan bahwa industri rumahan (home industry) batik serta pemukiman padat menjadi area perhatian serius.
“Memasuki kemarau ini angka kebakaran cukup tinggi, per 21 September sudah 16 kejadian. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus diantisipasi lewat edukasi dan pencegahan cepat,” ujar Taufiqu di Pekalongan.
Guna mengatasi kendala suplai air saat proses pemadaman, Satpol PP Damkar telah memetakan 26 titik penyimpanan air (ground tank) milik pemerintah dan swasta.
Bahkan, lima hotel berbintang di Kota Pekalongan, Aston, Amandaruma, Howard Johnson, Dafam, dan Parkside Mandarin, telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) penyediaan suplai air darurat bagi armada pemadam.
Di samping pasokan air, keterbatasan armada juga terus dibenahi. Dari tiga unit armada yang dimiliki, saat ini dua unit sudah siap beroperasi usai perbaikan, sementara satu unit lainnya menyusul pengadaan pada Anggaran Perubahan 2026.
Pemerintah Kota Pekalongan juga tengah menyiapkan pembentukan Pos Damkar wilayah Selatan demi mengejar target waktu tanggap (response time) 15 menit, mengingat akses kendaraan kerap terhambat lintasan rel kereta api. (way)
