PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Upaya pengendalian laju pertumbuhan penduduk di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menunjukkan tren positif. Tingkat kelahiran bayi (birth rate) di kota ini tercatat mengalami penurunan signifikan hingga mencapai 40 persen.
Guna memperkuat capaian tersebut, Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P2KB) bersama Tim Penggerak (TP) PKK Kota Pekalongan terus mengintensifkan pelayanan KB gratis dan edukasi perencanaan keluarga.
Salah satunya diwujudkan melalui aksi pelayanan KB serempak yang dipusatkan di Puskesmas Medono, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan.
Baca Juga:Belum Direnovasi Sejak 2008, Plafon SDN 2 Banyuurip Kendal Ambruk dan Ancam Keselamatan Siswaramalan keuangan zodiak 24 September 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces
Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya, menyampaikan bahwa dalam agenda pelayanan di Puskesmas Medono tersebut, sebanyak 26 akseptor berhasil dilayani, yang terdiri dari 21 peserta pemasangan implan dan 5 peserta IUD.
“Pelayanan KB serempak ini agenda rutin. Namun fokus utama kami bukan sekadar penggunaan alat kontrasepsi, melainkan membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengatur jarak kelahiran antaranak demi kesehatan ibu dan anak,” kata Inggit di Pekalongan, Rabu (23/9/2026).
Inggit menambahkan, pengaturan jarak kelahiran yang ideal memungkinkan setiap keluarga mempersiapkan kondisi ekonomi, pola pengasuhan, serta pemenuhan gizi anak secara lebih optimal.
Sementara itu, Kepala Dinsos P2KB Kota Pekalongan, Sriyana, menjelaskan bahwa program pengendalian penduduk juga diselaraskan dengan edukasi sejak dini kepada calon pengantin (catin) serta penyaluran bantuan sosial.
Dalam kesempatan yang sama, pemerintah menyalurkan bantuan sembako dan uang transportasi bagi akseptor KB, serta bantuan perlengkapan rumah tangga dan Beasiswa Pendidikan bagi 50 pelajar serta warga terdampak musibah.
“Edukasi masif kepada warga dan calon pengantin menjadi kunci penting. Pengendalian penduduk yang terencana diharapkan membentuk keluarga yang lebih berkualitas di Kota Pekalongan,” ujar Sriyana. (nul)
