Jembatan Gantung 120 Meter Kendal Dibangun, Pangkas Waktu Tempuh Gemuh-Pegandon Jadi 5 Menit

Jembatan Gantung 120 Meter Kendal Dibangun, Pangkas Waktu Tempuh Gemuh-Pegandon Jadi 5 Menit
ABDUL GHOFUR. POTONG TUMPENG - Bupati Kendal menyerahkan potongan tumpeng kepada Direktur PT Telogo Makmur, menandai dimulainya pembangunan jembatan gantung Cepokomulyo - Margomulyo, Rabu (23/9/2026).
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID — Aksesibilitas warga Desa Cepokomulyo di Kecamatan Gemuh dan Desa Margomulyo di Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, dipastikan bakal semakin cepat.

Pemerintah mulai merealisasikan pembangunan jembatan gantung sepanjang 120 meter yang bakal menghubungkan secara langsung kedua wilayah lintas kecamatan tersebut.

Dengan hadirnya jembatan gantung baru ini, waktu tempuh antarwilayah yang semula memakan waktu hingga 25 menit dapat dipangkas secara signifikan menjadi hanya 5 menit.

Baca Juga:Hendak Tawuran di Gili Tengah Wonokerto, 4 Remaja Diamankan Warga dan Wajib Lapor ke PolsekBelum Direnovasi Sejak 2008, Plafon SDN 2 Banyuurip Kendal Ambruk dan Ancam Keselamatan Siswa

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur penyeberangan ini direalisasikan melalui dana APBN senilai Rp 4.883.291.000 atas pengawalan aspirasi Komisi V DPR RI.

“Jembatan ini memangkas waktu tempuh warga dari 25 menit menjadi 5 menit. Keberadaannya sangat vital mendukung mobilitas harian, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mobilitas anak sekolah,” kata Dyah Kartika saat menghadiri Doa Bersama Pembangunan Jembatan, Rabu (23/9/2026).

Selain memotong jarak tempuh, jembatan gantung ini sekaligus menjadi jalur alternatif yang lebih aman bagi warga karena tidak lagi harus menyeberangi dua perlintasan sebidang kereta api yang rawan kecelakaan dan kerap memicu kemacetan.

Proyek penyeberangan senilai Rp 4,88 miliar ini ditargetkan selesai dalam kurun waktu 120 hari kalender dan rampung sepenuhnya pada Desember 2026.

Penjabat Antar Waktu (PAW) Kepala Desa Cepokomulyo, Arif Maftuin, mengungkapkan rasa syukurnya lantaran usulan pembangunan jembatan gantung tersebut telah lama dinantikan oleh masyarakat setempat.

“Warga kami, khususnya para petani, pedagang, dan pelajar sudah bertahun-tahun merindukan jembatan ini. Alhamdulillah tahun ini dapat terealisasi,” ujar Arif. (fur)

0 Komentar