KEK Kendal Gandeng 49 Politeknik dan AKN se-Indonesia, Selaraskan Kurikulum dan Magang

KEK Kendal Gandeng 49 Politeknik dan AKN se-Indonesia, Selaraskan Kurikulum dan Magang
ABDUL GHOFUR. KOLABORASI - Workshop Kemitraan Strategis mempertemukan perguruan tinggi vokasi dan puluhan perusahaan KEK Kendal untuk memperkuat kolaborasi pendidikan, magang, serta kebutuhan tenaga kerja, Rabu (23/9/2026).
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID — Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal memperkuat perannya sebagai pusat penyelarasan antara kebutuhan dunia industri dan dunia pendidikan vokasi di Indonesia.

Langkah ini diwujudkan melalui ajang Workshop Kemitraan Strategis yang mempertemukan 44 Politeknik Negeri, 5 Akademi Komunitas Negeri (AKN) se-Indonesia, serta 40 perusahaan penyewa (tenant) KEK Kendal di Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal, Rabu (23/9/2026).

Kolaborasi multidisiplin yang melibatkan sektor elektronik, energi terbarukan, perangkat medis, otomotif, hingga kemasan ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Kawasan Industri Kendal (KIK) bersama konsorsium perguruan tinggi vokasi dan HOPE International Economic Cooperation Co. Ltd.

Baca Juga:Hendak Tawuran di Gili Tengah Wonokerto, 4 Remaja Diamankan Warga dan Wajib Lapor ke PolsekBelum Direnovasi Sejak 2008, Plafon SDN 2 Banyuurip Kendal Ambruk dan Ancam Keselamatan Siswa

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek RI, Beny Bandanadjaja, menegaskan bahwa mahasiswa vokasi wajib berinteraksi langsung dengan ekosistem industri sebelum menyelesaikan studi.

“Mahasiswa harus punya pengalaman nyata di lapangan industri melalui magang. Sebaliknya, praktisi dari kawasan industri juga perlu masuk ke kampus untuk mengisi pembelajaran terkait budaya kerja dan teknologi terbaru,” tegas Beny di Kendal.

Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum, menyampaikan bahwa percepatan investasi di kawasan industri harus diimbangi oleh kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang terampil dan adaptif.

Sinergi ini difokuskan pada penyelarasan kurikulum (curriculum alignment), riset terapan, program magang intensif, hingga penyerapan lulusan sesuai standar kompetensi industri.

“Laju perkembangan teknologi di industri sangat cepat. Melalui kerja sama lintas sektor ini, kampus vokasi dapat beradaptasi lebih cepat dalam mencetak talenta yang langsung siap pakai,” ujar Direktur Politeknik Negeri Semarang (Polines), Dr. Garup Lambang Goro. (fur)

0 Komentar