- Sabtu = 9
- Kliwon = 8
- Total neptu = 9 + 8 = 17
- 17 ÷ 5 = 3 sisa 2
Hasil tersebut masuk Tibo Kitri, yang dalam hitungan ini termasuk kategori sangat baik.
Beberapa contoh hari dan hasil perhitungannya juga dapat digunakan sebagai bahan pembanding:
- Senin Pahing = 4 + 9 = 13, dibagi 5 menghasilkan sisa 3 atau Gana.
- Kamis Legi = 8 + 5 = 13, dibagi 5 menghasilkan sisa 3 atau Gana.
- Selasa Pon = 3 + 7 = 10, menghasilkan sisa 0 atau Pugur.
- Rabu Pon = 7 + 7 = 14, menghasilkan sisa 4 atau Liyu.
- Jumat Kliwon = 6 + 8 = 14, menghasilkan sisa 4 atau Liyu.
- Sabtu Kliwon = 9 + 8 = 17, menghasilkan sisa 2 atau Kitri.
- Minggu Kliwon = 5 + 8 = 13, menghasilkan sisa 3 atau Gana.
Dari contoh tersebut, Sabtu Kliwon masuk kategori Kitri, sedangkan beberapa hari lainnya berada pada kategori Gana, Liyu, atau Pugur.
Baca Juga:Cara Menghitung Hari Baik Membeli Perhiasan Berdasarkan Primbon Jawa dan Tanggalan Umum! Cek Waktu yang TepatIni Ramalan Nasib Berdasarkan Weton dan Bulan Lahir Menurut Primbon Jawa! Hitung Neptu dan Pranata Mangsamu
Perhatikan Dino Gethingan Sebelum Memilih Hari
Selain hasil pembagian neptu, ada satu hal lain yang perlu diperhatikan, yaitu Dino Gethingan.
Dalam kepercayaan Primbon Jawa, pembelian rumah sebaiknya tidak dilakukan pada hari kelahiran atau weton Kamu sendiri maupun weton orang tua.
Hal tersebut dipercaya dapat menimbulkan benturan energi antara penghuni dan rumah yang akan ditempati.
Jadi, setelah menemukan tanggal dengan hasil Sri atau Kitri, Kamu tetap perlu mencocokkannya dengan weton yang perlu dihindari.
Pertimbangkan Momentum Transaksi Properti
Menghitung hari baik membeli perumahan tidak hanya berkaitan dengan kalender Jawa.
Rumah di dalam cluster atau kawasan residensial biasanya melibatkan developer dan terkadang bank jika pembelian dilakukan melalui KPR.
Karena itu, waktu transaksi juga dapat dipertimbangkan dari sisi promosi dan proses administrasi.
Beberapa momentum yang bisa diperhatikan yaitu:
Baca Juga:Cara Membuang Sial Berdasarkan Weton Lahir Menurut Tradisi Jawa! Dari Puasa Weton hingga RuwatanCara Menghitung Hari Baik Membeli Kendaraan Menurut Primbon Jawa! Simak Rumus, Arti, dan Contoh Perhitungannya
September dan Desember: akhir kuartal atau akhir tahun dapat menjadi waktu untuk mencari posisi tawar lebih kuat karena developer dan agen properti memiliki target penjualan.
Kesempatan ini dapat dimanfaatkan untuk menanyakan bonus seperti bebas biaya AJB, BPHTB, kanopi, atau AC.
Januari–Februari: periode awal tahun disebut sebagai masa yang lebih sepi setelah pengeluaran besar pada akhir tahun.
Developer dapat menawarkan harga perdana atau potongan uang muka untuk menarik pembeli.
Senin–Kamis: hari kerja lebih sesuai untuk proses seperti PPJB atau akad KPR karena aktivitas bank dan notaris berlangsung.
