PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Dua siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Pekalongan, Muhammad Izaz Abdurrahman dan Imam Wasis Haniif, berhasil menciptakan inovasi teknologi pengolahan sampah organik bernama MagoGo (Maggot Smart Chamber).
Perangkat pintar tersebut dirancang untuk mempermudah proses budidaya larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot secara otomatis, terukur, dan higienis guna mengurai limbah makanan rumah tangga maupun industri.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MAN IC Pekalongan, Andri Agustina, mengungkapkan rasa bangganya atas terobosan teknologi ramah lingkungan yang digagas oleh para siswanya tersebut.
Baca Juga:Keracunan Massal MBG di Batang Capai 411 Orang, BGN Sanksi Tutup Dapur SPPG BawangPolisi Dalami Kasus Percobaan Curanmor di Paninggaran, Tiga Anak Diamankan Warga
“Inovasi MagoGo ini bukti nyata bahwa siswa MAN IC Pekalongan tidak hanya unggul di akademik, tetapi mampu menghadirkan solusi teknologi konkret untuk menjawab permasalahan sampah di masyarakat,” kata Andri di Pekalongan.
Andri menjelaskan, MagoGo mengintegrasikan tiga pilar teknologi modern sekaligus, yaitu Internet of Things (IoT), sistem kontrol otomatis lingkungan, dan Machine Learning.
Perangkat ini dilengkapi sensor otomatis untuk mengontrol suhu, kelembapan, pH, hingga bobot biomassa yang datanya dapat dipantau langsung melalui Dasbor digital. Selain itu, Machine Learning digunakan untuk memprediksi masa panen secara presisi.
Guna memperluas daya guna alat, tim MAN IC Pekalongan telah menjalin kemitraan dengan TPS3R Banyularva dan sedang menjajaki kolaborasi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan untuk uji coba lapangan skala UMKM dan rumah tangga. (mal)
