PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Bakti Pustaka yang berlokasi di area Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan, Jawa Tengah, resmi hadir dengan konsep ruang baca baru yang lebih inklusif dan representatif.
Penguatan fasilitas pendukung serta penambahan koleksi buku di TBM tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan minat baca warga, tetapi juga dirancang sebagai sarana edukasi ramah anak berkebutuhan khusus (ABK) maupun masyarakat umum.
Guru Pendamping Khusus SKB Kota Pekalongan, Ardi, menyambut positif pembenahan ruang baca ini karena dinilai efektif membantu proses stimulasi kognitif dan visual peserta didik berkebutuhan khusus.
Baca Juga:Keracunan Massal MBG di Batang Capai 411 Orang, BGN Sanksi Tutup Dapur SPPG BawangPolisi Dalami Kasus Percobaan Curanmor di Paninggaran, Tiga Anak Diamankan Warga
“Membaca menjadi bentuk stimulasi penting, baik bagi anak tipikal maupun anak berkebutuhan khusus. Kami sangat terbuka dengan kolaborasi lintas sektor untuk terus menumbuhkan minat baca anak-anak,” ujar Ardi di Pekalongan.
Senada dengan hal itu, Bunda Literasi Kota Pekalongan, Inggit Soraya, mengimbau agar TBM Bakti Pustaka dapat dimanfaatkan secara aktif sebagai ruang interaksi edukatif bagi seluruh lapisan warga Kota Pekalongan.
Inggit menekankan pentingnya pergeseran fungsi taman bacaan modern agar tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan koleksi buku yang pasif.
“Harapannya ruang ini benar-benar dimanfaatkan, bukan cuma tempat buku saja, melainkan menjadi ruang belajar bersama bagi anak-anak SKB dan warga sekitar. TBM ini terbuka lebar untuk masyarakat umum,” tegas Inggit.
Dengan wajah baru dan pendekatan inklusif ini, TBM Bakti Pustaka diproyeksikan menjadi salah satu pusat literasi unggulan di Kota Pekalongan yang mampu mengintegrasikan pendidikan, wawasan maritim lokal, serta kepedulian sosial. (mal)
