PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan memperkuat implementasi program Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan melalui forum diskusi lintas satuan pendidikan di Aula Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (24/9/2026).
Agenda evaluasi tahunan ini mempertemukan unsur jajaran pemerintah daerah, Bunda PAUD, guru PAUD, hingga pendidik kelas awal SD untuk menyelaraskan pola pembelajaran anak tanpa jarak kurikulum.
Bunda PAUD Kota Pekalongan, Inggit Soraya, menegaskan pentingnya pemantauan berkala agar proses perpindahan anak dari jenjang prasekolah menuju Sekolah Dasar berjalan mulus tanpa tekanan psikologis.
Baca Juga:Kisah Dedikasi Sopir Ambulans Evakuasi Korban MBG Batang, Rela Pakai Tabungan Pribadi Beli BBMJangan Posesif! Ramalan Cinta Zodiak 26 September 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces
“Forum ini penting untuk mendengarkan kendala di lapangan. Kita perlu evaluasi agar transisi dari PAUD ke SD berjalan soft, tanpa ada jurang pemisah bagi anak maupun para gurunya,” kata Inggit di Pekalongan.
Inggit menyoroti tantangan pemahaman sebagian orang tua yang belum menyekolahkan anaknya di PAUD akibat minimnya edukasi mengenai manfaat pendidikan anak usia dini. Pemkot Pekalongan pun menyiapkan Program Jaring Anak Usia Dini dengan dukungan CSR bagi keluarga kurang mampu.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Siti Nurul Izzah, menambahkan bahwa penyelarasan metode diajar menjadi kunci guna menyukseskan program Wajib Belajar 13 Tahun.
“Kami rutin menggelar bimtek transisi dan kunjungan silang antar-sekolah. Melalui forum ini, perbedaan kurikulum dan kesiapan mengajar kelas awal SD dapat dijembatani secara bersama-sama,” ujar Nurul.
Sementara itu, Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Sherly Imanda Hidayah, menjelaskan pihak kelurahan dan kader posyandu saat ini sedang memverifikasi data anak usia PAUD yang belum masuk sekolah agar bisa diusulkan mendapat bantuan pendidikan pada Oktober mendatang. (nul)
