PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan kembali membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap II yang bersumber dari alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026.
Sebanyak 96 peserta terpilih resmi memulai program pelatihan vokasi yang dipusatkan di Aula UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (28/9/2026).
Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, yang membuka langsung kegiatan tersebut menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk mencetak tenaga kerja terampil dan wirausahawan baru yang siap bersaing di pasar kerja.
Baca Juga:Kasus Kebakaran di Kendal Tembus 312 Kejadidang, Pemkab Tekankan Pentingnya Penanganan Menit AwalPenuh Canda? Ramalan Cinta Zodiak 29 September 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan PiscesÂ
“Kami berharap para peserta tidak hanya membawa pulang sertifikat, tetapi benar-benar memiliki kompetensi sesuai bidang pilihan. Yang terpenting, mereka siap bersaing di dunia usaha maupun industri,” ujar Balgis di Pekalongan.
Program PBK Tahap II ini terbagi dalam enam bidang kejuruan, yakni pembuatan roti dan kue, menjahit, servis mobil dan motor sistem injeksi, servis telepon seluler (handphone), serta instalasi kelistrikan. Masing-masing kelas diisi oleh 16 peserta.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kota Pekalongan, Betty Dahfiani Dahlan, mengungkapkan bahwa minat masyarakat sangat tinggi dengan jumlah pendaftar mencapai 250 orang.
Peserta yang lolos telah melewati serangkaian tahapan seleksi ketat, mulai dari administrasi, tes tertulis, wawancara, hingga tes psikologi. Uniknya, rentang usia peserta cukup beragam, termasuk seorang warga berusia 58 tahun yang antusias mengikuti kejuruan servis handphone.
Melalui pembekalan keterampilan teknis tersebut, Pemkot Pekalongan optimistis angka pengangguran dapat ditekan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat setempat. (nul)
