Sambang Pesantren RMI PWNU Jateng di Pekalongan, Kick Off HSN 2026 dan Penguatan 5.300 Pesantren

Sambang Pesantren RMI PWNU Jateng di Pekalongan, Kick Off HSN 2026 dan Penguatan 5.300 Pesantren
WAHYU HIDAYAT. SAMBANG PESANTREN – RMI PWNU Jateng bersama PCNU Kota Pekalongan dan Pengasuh Ponpes Al Maliki saat acara Sambang Pesantren dan Kick Off HSN 2026 di Ponpes Al Maliki, Ahad (27/9/2026).
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (RMI PWNU) Jawa Tengah menggelar agenda “Sambang Pesantren” yang dipusatkan di Pondok Pesantren Al Maliki, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (27/9/2026).

Kegiatan silaturahmi berkala ini disinergikan dengan peluncuran awal (Kick Off) peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan.

Ketua RMI PWNU Jawa Tengah, KH Ahmad Fadlullah Turmudzi, menjelaskan bahwa program tahunan ini dirancang untuk menyatukan visi pengasuh pondok, pengelola madrasah diniyah, hingga santri dalam memperkuat ekosistem keilmuan Islam.

Baca Juga:Kasus Kebakaran di Kendal Tembus 312 Kejadidang, Pemkab Tekankan Pentingnya Penanganan Menit AwalPenuh Canda? Ramalan Cinta Zodiak 29 September 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces 

“Sambang Pesantren adalah ikhtiar kami untuk lebih dekat dengan pengasuh dan pengurus. Kami ingin mendorong sekitar 5.300 pondok pesantren di bawah naungan RMI Jawa Tengah agar saling menguatkan dan merasa memiliki,” kata Kiai Fadlullah di Pekalongan, Minggu.

Dalam kesempatan tersebut, RMI PWNU Jateng merilis sejumlah agenda unggulan menyambut HSN 2026, mulai dari Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK), lomba literasi, hingga program apresiasi sosial bertajuk “Kiai Bunyai Mantu Santri” di Masjid Agung Jawa Tengah.

Program tersebut difasilitasi khusus untuk membantu pernikahan para ustaz, ustazah, dan pengurus yang telah lama mendedikasikan hidupnya membina pondok pesantren.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Pekalongan, Dr KH Moch Machrus Abdullah, mengingatkan pentingnya fleksibilitas lembaga pendidikan Islam dalam menjawab tantangan zaman modern.

Machrus menekankan agar 40 pesantren yang berada di Kota Pekalongan terus beradaptasi dengan kebutuhan pendidikan masa kini tanpa mengesampingkan peran utamanya sebagai benteng moral dan penjaga peradaban. (way)

0 Komentar