Volume Sampah TPA Degayu Pekalongan Anjlok Signifikan, DLH Targetkan Tutup Timbunan Geomembran

Volume Sampah TPA Degayu Pekalongan Anjlok Signifikan, DLH Targetkan Tutup Timbunan Geomembran
ISTIMEWA. PENGELOLAAN - Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mengoptimalkan pengelolaan sampah dari hulu untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Degayu.
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Volume sampah harian yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Degayu, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mengalami penurunan signifikan hingga berkisar 60 sampai 80 ton per hari.

Sebelumnya, jumlah timbunan sampah yang masuk ke TPA Degayu mencapai 120 hingga 140 ton per hari. Penurunan pasokan sampah ini dicapai berkat penguatan sistem pemilahan dari hulu di tingkat Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan, Joko Purnomo, menjelaskan bahwa optimalisasi fasilitas pengolahan di tingkat TPS3R membuat sampah yang dikirim ke TPA Degayu kini didominasi oleh sampah residu.

Baca Juga:Kasus Kebakaran di Kendal Tembus 312 Kejadidang, Pemkab Tekankan Pentingnya Penanganan Menit AwalPenuh Canda? Ramalan Cinta Zodiak 29 September 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces 

“Pengurangan sampah yang awalnya 120 sampai 140 ton per hari, sekarang berkurang menjadi 60 sampai 80 ton per hari. Timbunan yang dibuang ke TPA menjadi jauh berkurang,” kata Joko di Pekalongan, Senin (28/9/2026).

Mengenai sanksi administratif pembatasan pengelolaan sampah dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Joko meluruskan bahwa TPA Degayu tidak mengalami penutupan total, melainkan penerapan skema pembatasan pembuangan.

Pemerintah Kota Pekalongan saat ini tengah mempercepat pemenuhan arahan KLH untuk memperpanjang tenggat perbaikan tata kelola zona pembuangan.

Guna mencabut sanksi tersebut, DLH Kota Pekalongan menargetkan penutupan timbunan sampah mengagendakan pemasangan lapisan geomembran hingga lebih dari 90 persen pada akhir tahun 2026. (nul)

0 Komentar