BATANG, RADARPEKALONGAN.ID — Dampak fenomena musim kemarau panjang mulai memicu lonjakan harga komoditas sayuran di Pasar Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Selain memicu kenaikan harga rata-rata Rp 5.000 per kilogram, kondisi cuaca Kering turut menyebabkan penurunan kualitas mutu hasil panen di tingkat distributor maupun petani.
Salah seorang pedagang sayuran di Pasar Batang, Yuli, mengungkapkan bahwa tren kenaikan harga cabai mulai terasa sejak pekan lalu untuk seluruh varian, mulai dari cabai teropong, keriting, hingga rawit merah.
Baca Juga:Gagalkan Rencana Tawuran di Kendal, Polisi Amankan Pelaku dan Sita Celurit Sepanjang 2 MeterKedepankan Kejujuran! Ramalan Cinta Zodiak 1 Oktober 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces
“Harga cabai merah dan rawit hijau semula Rp 35.000 jadi Rp 40.000, rawit merah semula Rp 75.000 jadi Rp 80.000, serta keriting dari Rp 50.000 naik menjadi Rp 55.000 per kilogram,” kata Yuli di Batang, Selasa (29/9/2026).
Yuli menambahkan, minimnya pasokan air di lahan pertanian membuat tanaman cabai tidak tumbuh optimal. Akibatnya, fisik cabai yang dipanen cenderung lebih kecil dan kurang segar.
Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada kelompok cabai. Harga buncis melonjak dari Rp 10.000 menjadi Rp 20.000 per kilogram, daun bawang naik menjadi Rp 14.000 per kilogram, dan bawang merah merangkak ke angka Rp 35.000 per kilogram.
Pedagang lain, Hidayati, membenarkan bahwa keterbatasan pasokan air di tingkat petani memengaruhi kualitas petik komoditas hortikultura. Cabai teropong merah yang sebelumnya dijual Rp 25.000 kini menembus Rp 31.000 per kilogram, sementara cabai keriting hijau naik dari Rp 20.000 menjadi Rp 25.000 per kilogram.
Kondisi ini memaksa pedagang sayur keliling, Castonah, menekan margin keuntungan. Ia memilih tidak menaikkan harga jual terlalu tinggi kepada konsumen agar barang dagangannya tetap laku terjual di tengah penurunan daya beli masyarakat. (fel)
