Drama Kolosal Peringatan Pertempuran 3 Oktober di Pekalongan Hidupkan Semangat Perjuangan

Drama Kolosal Peringatan Pertempuran 3 Oktober di Pekalongan Hidupkan Semangat Perjuangan
ISTIMEWA. KOLOSAL – Drama kolosal kembali digelar dalam rangka Peringatan Pertempuran 3 Oktober di kawasan Monumen Djoeang 45, Kota Pekalongan, pada Sabtu (3/10/2026) malam.
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Ratusan pelajar dan elemen masyarakat Kota Pekalongan menggelar drama kolosal untuk mengenang Pertempuran 3 Oktober 1945 di kawasan Monumen Djoeang 45, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (3/10/2026) malam.

Aksi teatrikal tersebut merekonstruksi kembali keberanian warga Pekalongan dalam melawan tentara Jepang guna mempertahankan kemerdekaan Indonesia pasca-proklamasi.

Pementasan diwarnai adegan penurunan bendera Jepang dan pengibaran Sang Saka Merah Putih, diiringi efek suara pertempuran yang menggambarkan peristiwa bersejarah 81 tahun silam tersebut.

Baca Juga:DP3AP2KB Batang Gelar Workshop Kesehatan Mental, Para Ibu Imbau Pahami Psikologis KeluargaBertemu Orang Menarik? Ramalan Cinta Zodiak 4 Oktober 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Peringatan ini menjadi momentum untuk menghormati pengorbanan 37 pejuang yang gugur dan 12 lainnya yang terluka saat berusaha merebut markas Kempeitai Jepang pada 3 Oktober 1945.

Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, menekankan pentingnya peringatan tahunan ini agar generasi muda memahami nilai sejarah dan persatuan para pendahulu.

“Ini harus kita peringati terus setiap tanggal 3 Oktober supaya generasi-generasi penerus kita tidak lupa dan tahu akan perjuangan pahlawan-pahlawan Kota Pekalongan pada waktu itu seperti apa,” ujar pria yang akrab disapa Aaf tersebut di Pekalongan, Sabtu (3/10/2026).

Aaf menambahkan, perjuangan kemerdekaan di Pekalongan berhasil karena adanya sinergi tanpa pamrih dari tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga umum yang bersatu tanpa paksaan maupun imbalan.

Ia berpesan kepada generasi muda agar meneladani semangat pahlawan dengan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar ketimbang sekadar menyampaikan kritik.

Rangkaian acara diawali dengan silaturahmi Forkopimda bersama para veteran dan ahli waris pejuang, dilanjutkan upacara khidmat serta pengamanan humanis oleh Polres Pekalongan Kota dan rekayasa lalu lintas oleh Dinas Perhubungan di sepanjang Jalan Pemuda. (way)

0 Komentar