Unikal Wisuda 957 Lulusan, PLN Minta Perguruan Tinggi Siapkan Kurikulum "Green Jobs"

Unikal Wisuda 957 Lulusan, PLN Minta Perguruan Tinggi Siapkan Kurikulum \"Green Jobs\"
MALEKHA. BERFOTO - Jajaran civitas akademika Unikal berfoto bersama dalam prosesi wisuda akbar.
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Universitas Pekalongan (Unikal) meluluskan sebanyak 957 wisudawan dalam prosesi wisuda periode Oktober 2026 yang berlangsung di Park Mandarin Convention Center, Pekalongan, Jawa Tengah.

Perhelatan yang diselenggarakan selama tiga hari, sejak Sabtu (3/10/2026) hingga Senin (5/10/2026) tersebut mencakup kelulusan jenjang Magister ke-6, Profesi ke-15, Sarjana ke-65, serta Diploma ke-29. Momen ini sekaligus menandai perayaan Dies Natalis ke-45 Unikal.

Wakil Rektor I Unikal, Zahro, merinci bahwa dari total 957 lulusan, sebanyak 683 orang di antaranya berhasil meraih predikat cumlaude atau lulus dengan pujian.

Baca Juga:Pemkot Pekalongan Alokasikan Rp 2 Miliar Bangun Kolam Renang Standar NasionalPemkab Pekalongan Janji Rampungkan Honor Outsourcing PT RNB Paling Lambat November 2026

Rektor Unikal, Assoc. Prof. Dr. Andi Kushermanto, menegaskan bahwa wisuda kali ini mengusung tema “Unggul, Berdampak, dan Berkelanjutan” sebagai pijakan institusi dalam menjawab tantangan transformasi global.

“Tema ini menjadi refleksi komitmen Unikal untuk terus memperkuat budaya akademik, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperluas kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat dan bangsa,” ujar Andi di Pekalongan.

Dalam orasi ilmiah pada hari pertama wisuda, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, memaparkan peluang besar di sektor transisi energi bersih.

Menurut Suroso, Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034 membidik penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 69,5 Giga Watt, dengan 76 persen di antaranya berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).

Proyeksi proyek kelistrikan ramah lingkungan tersebut diperkirakan menyerap hingga 1,7 juta tenaga kerja, di mana 90 persen di antaranya tergolong dalam varian profesi hijau atau green jobs.

Guna menanggulangi kelangkaan tenaga ahli di bidang EBT seperti energi angin dan surya, PLN mengajak perguruan tinggi, termasuk Unikal, untuk mulai menyesuaikan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri masa depan. (mal)

0 Komentar