Bentuk Karakter Peduli Budaya, PAUD Annisa Muslimat NU Pekalongan Kenalkan Batik Sejak Usia Dini

Bentuk Karakter Peduli Budaya, PAUD Annisa Muslimat NU Pekalongan Kenalkan Batik Sejak Usia Dini
MALEKHA. BELAJAR - Keseruan para siswa saat belajar membatik bersama orang tua mereka.
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Annisa Muslimat NU Jenggot, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mengenalkan kerajinan tradisional batik kepada para peserta didik sebagai bagian dari pembentukan karakter peduli budaya sejak dini.

Penanaman nilai-nilai kebudayaan daerah tersebut memanfaatkan masa usia emas (golden age) anak agar tumbuh rasa bangga serta memiliki keterikatan kuat terhadap identitas warisan nusantara.

Upaya ini diwujudkan melalui beragam metode pembelajaran interaktif yang menyenangkan, seperti mewarnai motif dasar batik hingga praktik membatik bersama orang tua murid.

Baca Juga:Pemkot Pekalongan Perpanjang SK 2.314 PPPK Paruh Waktu, 48 Pegawai Tak DiperpanjangDipicu Angin Kencang, Dua Rumah Warga di Ringinarum Kendal Ludes Terbakar

“Mengajarkan anak-anak mencintai batik bukan sekadar mengenalkan motif pakaian, melainkan menanamkan rasa memiliki terhadap identitas bangsa. Jika tidak kita mulai dari lembaga PAUD, kita khawatir anak-anak akan lebih akrab dengan budaya asing daripada kekayaan budaya mereka sendiri,” ujar Kepala PAUD Annisa Muslimat NU Jenggot, Elo Fitriyah, di Pekalongan.

Elo menjelaskan, selain mewarnai motif dan membatik sederhana, anak-anak juga dibiasakan mengenakan pakaian batik pada hari-hari tertentu untuk menumbuhkan apresiasi terhadap proses pembuatan selembar kain batik.

Integrasi unsur kebudayaan lokal ke dalam kurikulum PAUD diharapkan mampu menyeimbangkan perkembangan akademik anak dengan penguatan nilai-nilai karakter luhur.

Melalui pendekatan edukasi berbasis budaya daerah, Kota Pekalongan sebagai Kota Batik dunia terus mencetak generasi muda yang berkarakter kuat serta konsisten melestarikan warisan budaya bangsa. (mal)

0 Komentar