PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA Sains Cahaya Al-Quran, Kota Pekalongan, meresmikan program inovasi lingkungan bertajuk “Bank Sampah Ramah Alam” di lingkungan sekolah dan pondok pesantren sekitarnya.
Program ini digagas guna membangun kesadaran pemilahan limbah sejak dari sumbernya sekaligus mengasah literasi finansial dan jiwa kewirausahaan para peserta didik.
Dalam pelaksanaannya, sampah anorganik bernilai ekonomis yang terkumpul dari para siswa dan komunitas pesantren akan disetorkan secara berkala setiap bulan ke Bank Sampah Simbang Wetan.
Baca Juga:Pemkot Pekalongan Perpanjang SK 2.314 PPPK Paruh Waktu, 48 Pegawai Tak DiperpanjangDipicu Angin Kencang, Dua Rumah Warga di Ringinarum Kendal Ludes Terbakar
“Harapannya, kita bisa mengubah sudut pandang yang tadinya menganggap sampah sebagai sesuatu yang remeh menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Tujuannya membentuk karakter agar siswa terbiasa memilah sampah sekaligus mewujudkan literasi finansial,” ujar Kepala SMA Sains Cahaya Al-Quran, Rissa Shofiani, di Pekalongan.
Rissa memaparkan, dana yang diperoleh dari hasil penjualan limbah daur ulang tersebut akan dikelola mandiri oleh pengurus OSIS untuk mendukung pembiayaan berbagai kegiatan kesiswaan.
Guna memperluas dampak gerakan ekologis ini, pihak sekolah turut merangkul Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan, pemerintah kelurahan, pengelola Bank Sampah Berkah Buaran Indah, serta tokoh masyarakat setempat.
Peluncuran Bank Sampah Ramah Alam ini diharapkan mampu menjadi kebiasaan berkelanjutan yang efektif menekan volume timbulan sampah di kawasan pendidikan dan permukiman warga Pekalongan. (mal)
