KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID — Puluhan pemuda yang tergabung dalam gerakan Petani Milenial Kabupaten Kendal membuktikan bahwa sektor pertanian modern mampu menjadi peluang bisnis bernilai ekonomi tinggi.
Sekitar 60 anggota kelompok yang tersebar di 20 kecamatan di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, kini aktif mengembangkan berbagai komoditas unggulan pasar, mulai dari budidaya paprika, kopi, bawang merah, hingga produk perlebahan madu.
Meski berhasil mengubah citra pertanian dari pekerjaan berat menjadi bisnis prospektif, ambisi pengembangan kapasitas usaha mereka masih terbentur kendala klasik, yakni keterbatasan akses lahan operasional.
Baca Juga:Pemkot Pekalongan Perpanjang SK 2.314 PPPK Paruh Waktu, 48 Pegawai Tak DiperpanjangDipicu Angin Kencang, Dua Rumah Warga di Ringinarum Kendal Ludes Terbakar
“Anak muda harus berani masuk sektor pertanian karena peluangnya besar. Namun sebagian besar anggota masih menyewa lahan. Kami sangat berharap pemerintah dapat menyediakan lahan percontohan (demplot) khusus bagi petani milenial untuk menguji komoditas dan mengembangkan usaha,” ujar Sekretaris Petani Milenial Kendal, Rifqi Khoirul Anam, di Kendal.
Rifqi menekankan, keberadaan fasilitas demplot sangat vital sebagai sarana riset mandiri, peningkatan keterampilan teknis budidaya, serta laboratorium wirausaha bagi para petani muda.
Gagasan dan kiprah petani muda ini mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, beserta jajaran Komisi B DPRD Kendal yang mendorong percepatan regenerasi petani hingga tingkat desa.
Dukungan pemerintah daerah dalam memfasilitasi akses sarana produksi dan integrasi teknologi pemasaran digital diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjadikan Kendal sebagai basis agribisnis pemuda unggulan. (fur)
