Rayakan Hari Batik, SKB Kota Pekalongan Ajak Murid Inklusi Belajar Membatik Pakai Pelepah Pisang

Rayakan Hari Batik, SKB Kota Pekalongan Ajak Murid Inklusi Belajar Membatik Pakai Pelepah Pisang
MALEKHA. TUNJUKKAN - Salah satu siswa menunjukkan karyanya dengan bangga.
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Peringatan Hari Batik di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan, Jawa Tengah, diwarnai dengan kegiatan edukatif yang sarat nilai inklusivitas bagi anak berkebutuhan khusus.

Alih-alih menggunakan canting dan lilin malam panas, para siswa dari kelas inklusi diajak mengenalkan kecintaan terhadap warisan budaya dunia melalui metode sederhana dan menyenangkan, yakni teknik cap menggunakan pelepah pisang.

Dalam kegiatan luar kelas (outdoor learning) yang berlangsung di halaman sekolah tersebut, para murid tampak antusias mencelupkan potongan pelepah pisang ke dalam wadah pewarna sebelum menempelkannya ke atas kertas hingga membentuk pola flora yang artistik.

Baca Juga:Curi Laptop Data HRD Perusahaan di Kaliwungu Kendal, Dua Tersangka Dibekuk PolisiPenurunan Muka Tanah di Stadion Hoegeng Pekalongan Capai 33 Sentimeter Selama Kurun 2020–2026

“Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal batik dari gambar atau penjelasan. Mereka perlu mendapatkan pengalaman langsung melalui kegiatan yang sederhana, aman, dan menyenangkan, sekaligus belajar mengikuti proses,” ujar Guru Inklusi SKB Kota Pekalongan, Media Hanani, di Pekalongan.

Media menjelaskan, metode kinestetik dan visual tersebut dirancang khusus untuk merangsang aspek motorik halus, koordinasi mata dan tangan, pengenalan warna, serta melatih kemampuan kognitif para murid inklusi secara setara.

Melalui pendekatan humanis ini, SKB Kota Pekalongan membuktikan bahwa perayaan hari besar kebudayaan dapat diakses oleh seluruh kalangan anak tanpa terkecuali, sekaligus menanamkan rasa bangga terhadap identitas lokal sejak dini. (mal)

0 Komentar