PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggencarkan program penanggulangan tuberkulosis (TBC) berbasis penemuan kasus aktif (Active Case Finding) guna mengejar target eliminasi TBC secara nasional pada tahun 2030 mendatang.
Langkah preventif ini difokuskan pada penyisiran kelompok rentan, mulai dari kontak erat serumah dengan pasien positif, perokok aktif, lansia, hingga warga di kawasan permukiman padat penderita TBC.
Dalam pelaksanaannya di lapangan, Dinkes mengerahkan satu unit perangkat rontgen portabel (portable X-ray) keliling yang didukung tenaga radiografer rumah sakit untuk menjangkau titik-titik penularan secara langsung.
Baca Juga:Atasi Genangan Hujan dan Rob, TMMD Sengkuyung IV Pekalongan Sasar Pengecoran Jalan PringrejoSPPG Kendal Tolak Beli Telur Sesuai Acuan BGN, Koperasi Peternak Ancam Gelar Aksi Besar
“Sebanyak 1.575 sasaran sudah kita periksa. Sekitar 10 persen hasil pemeriksaan toraksnya abnormal dan sekitar 2–3 persen positif. Mereka sedang kita lakukan edukasi dan pengobatan agar bisa sembuh,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Puji Winarti, di Pekalongan.
Puji menegaskan, kunci utama keberhasilan penyembuhan TBC terletak pada kepatuhan pasien menghabiskan regimen obat sensitif obat selama enam bulan secara teratur tanpa putus guna mencegah risiko resistansi obat.
Selain pengobatan bagi pasien positif, tenaga kesehatan juga memberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi warga yang memenuhi indikasi medis, serta mengampanyekan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Pihak Dinkes mengimbau masyarakat untuk tidak ragu mendatangi fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala batuk berkepanjangan agar penanganan dan penyembuhan dapat dilakukan sejak dini secara cuma-cuma. (nul)
