SEMARANG, RADARPEKALONGAN.ID — Universitas Semarang (USM) memperkuat kontribusi nyata dunia akademik dalam isu perlindungan Warga Negara Indonesia dengan resmi memperpanjang nota kesepahaman (MoU) bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, Malaysia.
Penandatanganan kerja sama strategis yang berfokus pada penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta edukasi pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) tersebut dilangsungkan di Gedung Menara Prof. Dr. H. Muladi, S.H. USM, Kota Semarang, Senin (12/10/2026).
Kemitraan bilateral akademik yang telah dirajut sejak 2017 ini kini diperluas cakupannya agar mahasiswa dapat terjun langsung menangani persoalan migrasi nonprosedural dan advokasi sosial di lapangan.
Baca Juga:Kejar Target Eliminasi TBC 2030, Dinkes Kota Pekalongan Genjot Deteksi Dini dan Pengobatan GratisAtasi Genangan Hujan dan Rob, TMMD Sengkuyung IV Pekalongan Sasar Pengecoran Jalan Pringrejo
“Kolaborasi ini tidak boleh berhenti di atas kertas. Melalui program magang, kuliah kerja lapangan, hingga KKN, mahasiswa akan dilibatkan langsung dalam isu-isu nyata di lapangan untuk mengedukasi masyarakat tentang migrasi aman,” ujar Rektor USM, Dr. Supari, S.T., M.T., di Semarang.
Konsul Jenderal RI Johor Bahru, Sigit Suryantoro Widiyanto, S.Sos., menyambut antusias keterlibatan aktif sivitas akademika dalam membantu menangani persoalan perizinan serta pendampingan psikologis bagi keluarga dan anak-anak PMI.
Rangkaian acara yang turut diisi dengan kuliah umum bertema penanganan perbatasan negara ini diharapkan mampu menelurkan solusi konkret perguruan tinggi dalam memberikan perlindungan komprehensif bagi WNI di luar negeri. (Anang)
