KAJEN, RADARPEKALONGAN.ID — Pemerintah Kabupaten Pekalongan meresmikan kerja sama strategis bersama Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan Yoma) untuk mencetak 6.000 petani muda dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.
Sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Plt Bupati Pekalongan, H. Sukirman, dan Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, di Ruang Rapat Bupati Pekalongan, Kajen, Senin (12/10/2026).
Program bertajuk Youth Entrepreneurship and Employment Support Services–Scaling Up Intervention (YESS-SI) ini difokuskan untuk mengatasi ancaman krisis regenerasi petani sekaligus melahirkan wirausaha muda pertanian berbasis teknologi.
Baca Juga:Atasi Genangan Hujan dan Rob, TMMD Sengkuyung IV Pekalongan Sasar Pengecoran Jalan PringrejoSPPG Kendal Tolak Beli Telur Sesuai Acuan BGN, Koperasi Peternak Ancam Gelar Aksi Besar
“Luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) kita mencapai 17.261 hektare, namun terancam tidak tergarap optimal jika tidak ada regenerasi. Melalui Program YESS-SI, kita harapkan pemuda desa usia 17–39 tahun tertarik mengembangkan bisnis pertanian,” ujar Plt Bupati Pekalongan, H. Sukirman, di Kajen.
Sukirman memaparkan, sektor pertanian menyumbang porsi tiga besar PDRB Kabupaten Pekalongan, sehingga pembentukan tim koordinasi daerah dan integrasi perencanaan anggaran menjadi prioritas utama penunjang program.
Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, menjelaskan bahwa Kabupaten Pekalongan terpilih dari hasil seleksi ketat kajian Kementan bersama IPB dan UGM dari total target 34.000 petani muda nasional bentukan IFAD Italia.
Tahapan program akan diawali dengan pendataan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) sepanjang 2026 yang melibatkan warga inklusif, disabilitas, serta pemuda terpencil, sebelum memasuki fase pelatihan intensif, magang, dan hibah modal kompetitif pada awal 2027. (yon)
