SEMARANG, RADARPEKALONGAN.ID — Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo Semarang membekali ratusan mahasiswa dengan strategi komunikasi publik inklusif berskala internasional untuk melawan narasi Islamofobia serta memperkuat moderasi beragama.
Upaya tersebut diwujudkan melalui International Guest Lecture bertajuk Public Relations Campaigns for Inclusion, Countering Islamophobia, and Advancing Religious Moderation yang digelar oleh Walisongo Public Relations Community (WPRC) di Theater Perpustakaan UIN Walisongo, Semarang, Selasa (13/10/2026).
Acara yang diikuti 120 mahasiswa ini menghadirkan pembicara utama dari Parlemen Berlin (House of Representatives Berlin), Jerman, Selin Aydin, M.A., yang membagikan pengalaman empiris merancang kampanye inklusivitas bertajuk “Einer von uns” (One of Us).
Baca Juga:Lonjakan Kebakaran di Kendal Tembus 360 Kasus, Satpolkar Bentuk TRAC DAKAR Ber-Response Time 15 MenitSokong Kontingen Porprov Jateng 2026, Pemkab Batang Kucurkan Rp 1 Miliar dan Janjikan Bonus Emas Rp 45 Juta
“Kampanye hubungan masyarakat yang efektif harus memahami kebutuhan audiens, menetapkan tujuan jelas, membuka ruang partisipasi, serta mengevaluasi respons masyarakat demi melawan stereotip negatif,” ujar narasumber utama, Selin Aydin, M.A., di Semarang.
Dekan FDK UIN Walisongo, Dr. Nasihun Amin, M.Ag., mengapresiasi tinggi penyelenggaraan kuliah umum ini karena memberikan perspektif global kepada mahasiswa dalam membangun citra Islam yang damai dan ramah di kancah dunia.
Sementera itu, dosen Islam dan Moderasi Beragama UIN Walisongo, Zainurakhmah, M.A., menegaskan bahwa nilai-nilai moderasi beragama harus ditransformasikan ke dalam aksi nyata serta media komunikasi publik yang mampu merajut keharmonisan sosial.
Rangkaian kegiatan akademik ini diharapkan tidak hanya memperluas wawasan praktis kampanye public relations bagi mahasiswa, melainkan juga memperkuat peran perguruan tinggi keagamaan negeri dalam menyebarkan pesan perdamaian lintas budaya. (Anang)
