KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID — Maraknya insiden kebakaran di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, kian mengkhawatirkan. Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpolkar) Kendal mencatat akumulasi kasus kebakaran hingga pertengahan Oktober 2026 telah menembus 360 kejadian.
Angka tersebut melonjak drastis dan melampaui rekor sepanjang tahun 2025 yang tercatat sebanyak 254 kasus.
Merespons lonjakan darurat tersebut, Satpolkar Kendal resmi meluncurkan Tim Reaksi Cepat Pengendalian Kebakaran (TRAC DAKAR) yang mengintegrasikan koordinasi lima instansi lintas sektoral untuk memangkas waktu tanggap (response time) maksimal 15 menit.
Baca Juga:Langgar Aturan dan Pajak, Puluhan Reklame Liar dan Spanduk di Kendal Ditertibkan SatpolkarHindari Manipulasi! Ramalan Keuangan Zodiak 15 Oktober 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces
“Target kami, penanganan kebakaran bisa dilakukan secara cepat, tanggap, dan tepat dengan response time maksimal 15 menit untuk menekan risiko korban jiwa dan kerugian materi,” ujar Kasi Operasional dan Pengendalian Pemadam Kebakaran Kendal, Jambari, di Kendal.
Jambari menjelaskan, TRAC DAKAR melibatkan kolaborasi PSC 119 Dinas Kesehatan, Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Linmas kecamatan, serta Relawan Pemadam Kebakaran (REDKAR).
Kesiapsiagaan konsorsium ini diuji langsung melalui skenario simulasi penanganan tanggap darurat dan evakuasi korban di area pabrik PT Sakiteya Medical Indonesia.
HR Manager PT Sakiteya Medical Indonesia, Rhuni Amalia Putri, mengapresiasi pembekalan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta teknik mitigasi awal bagi para pekerja guna memperkuat pertahanan mandiri kawasan industri saat kedaruratan terjadi. (fur)
