PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menyiapkan anggaran sebesar Rp 9 miliar dalam Perubahan APBD 2026 untuk merekonstruksi delapan ruas jalan kota yang mengalami kerusakan parah maupun rawan tergenang banjir dan rob.
Delapan titik prioritas yang menyasar perbaikan struktur jalan tersebut meliputi Jalan H. Agus Salim, Jalan H.M. Chaeron, Jalan Labuan I, Jalan Labuan III, Jalan Samudra, Jalan Selat Karimata, Jalan Sriwedari, dan Jalan Teuku Umar.
Kepala DPUPR Kota Pekalongan, Khaerudin, memaparkan bahwa proses rekonstruksi ini melibatkan pembongkaran total lapisan lama serta perkuatan fondasi bawah jalan menggunakan konstruksi aspal maupun beton bertulang.
Baca Juga:Gudang Rongsokan di Brangsong Kendal Ludes Terbakar, Polisi Selidiki Penyebab dan KerugianFokus! Ramalan Keuangan Zodiak 16 Oktober 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces
“Pagu anggaran yang direncanakan untuk perbaikan delapan ruas jalan tersebut mencapai kurang lebih Rp 9 miliar. Semua kegiatannya diawali dari penyusunan DED hingga dilanjutkan ke pengadaan barang dan jasa,” ujar Kepala DPUPR Kota Pekalongan, Khaerudin, di Pekalongan.
Khaerudin merinci alokasi anggaran mencakup Jalan H.M. Chaeron sebagai penerima pagu terbesar mencapai Rp 4,4 miliar, disusul Jalan H. Agus Salim dan Jalan Sriwedari yang masing-masing dianggarkan Rp 971 juta dan Rp 938 juta.
Sementara itu, untuk Jalan Labuan I dianggarkan Rp 722 juta, Jalan Selat Karimata Rp 655 juta, Jalan Labuan III Rp 399 juta, Jalan Samudra Rp 938 juta, serta Jalan Teuku Umar sebesar Rp 230 juta.
Untuk Jalan H. Agus Salim, perbaikan difokuskan pada titik terendah yang kerap memicu genangan air saat hujan deras, dengan titik awal dari sisi selatan Sorogenen dan penuntasan sisa ruas jalan akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2027. (way)
