KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID — Harga komoditas beras di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, mulai bergerak melandai mendekati acuan Harga Eceran Tertinggi (HET) seiring berjalannya musim panen raya padi di sejumlah daerah sentra produksi.
Kondisi pasokan dan stabilitas harga pangan tersebut terpantau saat Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog, Disdagkop UKM, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP), serta Satgas Pangan meninjau langsung Pasar Induk Kendal, Rabu (14/10/2026).
Perwakilan Bapanas, Andi Nugroho, mengungkapkan bahwa harga beras kualitas medium kini stabil di angka Rp 13.500 per kilogram, sedangkan beras premium berangsur turun ke posisi Rp 14.900 per kilogram.
Baca Juga:Buntut Keracunan 717 Siswa, SPPG Bawang Batang Ditutup Permanen dan Distribusi DialihkanGudang Rongsokan di Brangsong Kendal Ludes Terbakar, Polisi Selidiki Penyebab dan Kerugian
“Alhamdulillah, harga sudah mulai turun karena sudah memasuki panen raya di Kendal. Secara umum pasokan aman dan harga terpantau relatif stabil,” ujar Perwakilan Bapanas, Andi Nugroho, di Kendal.
Andi menegaskan, untuk menjaga keterjangkauan daya beli masyarakat jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), para pedagang pasar diimbau untuk mematuhi ketentuan HET serta melengkapi legalitas Nomor Induk Berusaha (NIB).
Kepemilikan NIB menjadi syarat mutlak bagi para pedagang agar dapat menyalurkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog maupun beras pasokan mitra pemerintah.
Salah satu pedagang beras di Pasar Induk Kendal, Milatun, membenarkan bahwa penurunan harga beras pasokan dari Kabupaten Demak sudah berlangsung dalam dua pekan terakhir seiring bertambahnya pasokan gabah panen di tingkat penggilingan. (fur)
