Daripada terlalu berfokus pada penanggalan, calon pengantin sebaiknya memastikan bahwa pernikahan disiapkan sesuai ketentuan agama. Beberapa hal yang perlu diperhatikan meliputi:
- Rukun dan syarat nikah terpenuhi. Pastikan unsur yang diperlukan dalam akad, termasuk calon pasangan, wali, saksi, dan ijab kabul, telah dipenuhi sesuai ketentuan.
- Mahar ditetapkan dengan jelas. Mahar merupakan bagian penting dalam pernikahan yang perlu disepakati dan diberikan sesuai ketentuan.
- Calon istri tidak sedang dalam masa iddah. Keadaan ini perlu diperhatikan sebelum akad dilangsungkan.
- Pernikahan dilaksanakan secara terbuka. Pernikahan sebaiknya tidak dirahasiakan agar pelaksanaannya jelas dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
- Persiapan dilakukan dengan matang. Calon pasangan perlu memperhatikan kesiapan pelaksanaan akad sekaligus tanggung jawab yang akan dijalani setelah menikah.
Memilih tanggal yang sesuai dengan kondisi keluarga dan kesiapan kedua calon pengantin dapat membantu proses pernikahan berjalan lebih teratur.
Namun, pilihan tanggal tersebut tidak boleh menggeser perhatian dari ketentuan agama yang harus dipenuhi.
Baca Juga:Hari Baik Menjual Ternak Menurut Tanggalan Umum agar Cepat Laku! Kamu Wajib TahuHari Baik Menjual Ternak Menurut Primbon Jawa agar Transaksi Lebih Lancar dan membawa Rezeki
Hari baik nikah dalam Islam menurut Al-Quran dan Hadis pada dasarnya tidak ditentukan oleh tanggal atau bulan tertentu.
Islam membolehkan pernikahan dilaksanakan kapan saja selama tidak ada larangan syariat dan seluruh rukun serta syaratnya terpenuhi.
Hari Jumat, pagi atau awal siang, serta bulan Syawal merupakan waktu yang dianjurkan oleh sejumlah ulama.
Akan tetapi, semuanya bersifat anjuran, bukan kewajiban.
Jadi, Kamu tidak perlu takut menikah pada tanggal yang dianggap kurang baik oleh tradisi, sebab yang lebih penting adalah menjalankan pernikahan sesuai tuntunan Islam dan membangun rumah tangga dengan kasih sayang, tanggung jawab, serta komitmen bersama.
