BATANG, RADARPEKALONGAN.ID — Gelaran bazar UMKM dalam rangka Kenduri Batik di Sikembang Park, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menyedot perhatian antusias ribuan pengunjung lewat konsep transaksi unik menggunakan koin tanah liat (kreweng).
Sistem pembayaran bernuansa tradisional di tengah kawasan hutan pinus tersebut melibatkan 26 stan pelaku usaha lokal yang menjajakan ragam kuliner khas, produk batik Batang, hingga kerajinan tangan.
Ketua Dekranasda Kabupaten Batang, Faelasufa Faiz Kurniawan, menyampaikan bahwa inovasi transaksi kreweng berkonsep nostalgia pasar tempo dulu ini sukses membangkitkan daya tarik wisata kuliner berbasis kearifan lokal.
Baca Juga:Kasus Dugaan Korupsi Kredit Bank BUMN di Pekalongan Disidangkan, Kerugian Negara Tembus Rp 1 MiliarBerpikir Praktis! Ramalan Keuangan Zodiak 17 Oktober 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces
“Masyarakat bisa menukar uang tunai maupun pembayaran non-tunai via QRIS dengan kreweng seharga Rp 5.000 per keping sebagai alat transaksi pengganti uang tunai,” ujar Ketua Dekranasda Kabupaten Batang, Faelasufa Faiz Kurniawan, di Batang.
Faelasufa memaparkan, respons positif dari para pelaku usaha dan masyarakat ini menjadi landasan kuat bagi Pemerintah Kabupaten Batang untuk mematangkan wacana pengaktifan kembali Pasar Minggon Jatinan.
Pasar bertema tradisional yang dulunya beroperasi secara rutin di Hutan Kota Rajawali Batang tersebut dinilai terbukti efektif mendorong roda perekonomian sektor UMKM serta menjadi destinasi wisata keluarga.
Saat ini Pemkab Batang bersama dinas teknis terkait tengah mematangkan skema operasional mingguan agar Pasar Minggon Jatinan dapat segera kembali menyapa dan melayani masyarakat dalam waktu dekat. (nov)
