BATANG, RADARPEKALONGAN.ID — Pekerjaan rumah perbaikan infrastruktur jalan pegunungan penghubung Kabupaten Batang menuju dataran tinggi Dieng melalui jalur timur Desa Pranten, Kecamatan Bawang, masih menyisakan ruas rusak sepanjang enam kilometer.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang mengonfirmasi bahwa keterbatasan anggaran daerah membuat proses betonisasi jalur yang dijuluki “Tol Khayangan Dua” tersebut harus dikerjakan secara bertahap mulai tahun anggaran 2027.
Dari total kebutuhan anggaran sekitar Rp 7,5 miliar untuk menuntaskan keseluruhan ruas makadam Kluwuk–Pranten, alokasi APBD 2027 yang disiapkan sebesar Rp 1,5 miliar baru mampu mengover penanganan jalan sepanjang 1,2 kilometer.
Baca Juga:Musim Hujan Tiba, KAI Daop 4 Semarang Siaga di 3 Titik Jalur Kereta Api Rawan Banjir di KendalManfaatkan Peluang! Ramalan Keuangan Zodiak 21 Oktober 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces
“Penanganan jalan jalur timur Pranten harus dicor beton karena curah hujan tinggi di kawasan pegunungan. Untuk tahun 2027 kami siapkan Rp 1,5 miliar untuk penanganan 1,2 kilometer secara bertahap,” ujar Kepala Bidang Infrastruktur Bapperida Batang, Nona Yulistya Suyono, di Batang, Senin (19/10/2026).
Nona menjelaskan, medan jalan menuju Pranten memiliki kontur geografis yang ekstrem dan curam, berbeda dengan jalur barat (Deles–Sigemplong) yang seluruh ruasnya telah tersambung konstruksi beton permanen.
Guna mempercepat penyelesaian sisa ruas jalan lainnya, Pemkab Batang turut mengajukan usulan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) kepada pemerintah pusat senilai Rp 11 miliar untuk menagani total 10 kilometer jalan strategis daerah.
Akses infrastruktur jalan yang memadai di wilayah Bawang–Pranten sangat dinantikan warga setempat untuk memperlancar mobilitas pertanian sayur-mayur serta mendongkrak potensi destinasi wisata pegunungan Batang. (fel)
