Inovasi Sekolah Iklim, Siswa SMAN 3 Pekalongan Olah Limbah Kapuk Randu Jadi Media Hidroponik

Inovasi Sekolah Iklim, Siswa SMAN 3 Pekalongan Olah Limbah Kapuk Randu Jadi Media Hidroponik
ISTIMEWA. MANFAATKAN LIMBAH - Siswa SMA N 3 Pekalongan membuat inovasi pemanfaatan limbah kapuk randu jadi media tanam.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID — Siswa SMA Negeri 3 Pekalongan menciptakan inovasi ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah kapuk randu yang gugur di area sekolah sebagai alternatif media tanam budidaya kangkung hidroponik, Selasa (20/10/2026).

Aksi inovatif yang berlangsung di halaman belakang sekolah tersebut merupakan bagian dari penerapan program Sekolah Iklim guna melatih kemandirian serta kepedulian peserta didik terhadap isu perubahan iklim.

Melalui metode ini, limbah kapuk randu disterilisasi menggunakan larutan khusus untuk menghentikan pertumbuhan jamur, lalu dipadukan dengan wadah galon bekas sebagai substitusi pengganti rockwool yang sulit terurai.

Baca Juga:Tekan Pergaulan Negatif Siswa, SMAN 3 Pekalongan Terbitkan Imbauan Jam Malam Pukul 21.00 WIBMusim Hujan Tiba, KAI Daop 4 Semarang Siaga di 3 Titik Jalur Kereta Api Rawan Banjir di Kendal

“Siswa mencoba menanam benih kangkung memanfaatkan limbah kapuk randu sebagai media pengganti rockwool agar sampah organik di sekolah bernilai guna,” ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 3 Pekalongan, Steffi Dian Kemalasari, di Pekalongan.

Steffi memaparkan, kegiatan ini melibatkan 30 peserta didik yang terdiri dari tim penggerak Sekolah Iklim dan anggota ekstrakurikuler pecinta alam Cakrawala Ganesha.

Ke depan, SMAN 3 Pekalongan berencana memperluas cakupan program lingkungan melalui pengolahan sisa sampah makanan menjadi pupuk organik cair.

Salah seorang siswa kelas X.6, Sumayyah Muthmainnah Izzatunnisa, berharap metode hidroponik berbasis kapuk organik ini dapat diterapkan secara luas di pemukiman warga untuk membudidayakan ragam sayuran seperti bayam, selada, hingga seledri. (nul)

0 Komentar