RADARPEKALONGAN.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan memperkuat strategi percepatan penanganan kemiskinan melalui Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) tingkat Kota Pekalongan Tahun 2026 di Ruang Buketan Setda Kota Pekalongan, Selasa (20/10/2026).
Berdasarkan data Pemkot Pekalongan, tingkat kemiskinan di Kota Pekalongan saat ini berada di angka 6,14 persen, di mana capaian tersebut perlu diakselerasi melalui penyelarasan program kerja lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Langkah evaluasi berkala ini ditempuh untuk memastikan seluruh kebijakan daerah berjalan sesuai dengan target Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) 2025–2029.
Baca Juga:Tekan Pergaulan Negatif Siswa, SMAN 3 Pekalongan Terbitkan Imbauan Jam Malam Pukul 21.00 WIBMusim Hujan Tiba, KAI Daop 4 Semarang Siaga di 3 Titik Jalur Kereta Api Rawan Banjir di Kendal
“Kami mengevaluasi capaian RPKD agar strategi yang dijalankan semakin terarah. Meskipun angka kemiskinan Kota Pekalongan saat ini 6,14 persen, intervensi tetap diperkuat demi kesejahteraan warga,” ujar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto, di Pekalongan.
Sementara itu, Kepala Bapperida Kota Pekalongan, Andrianto, menerangkan bahwa Pemkot Pekalongan memfokuskan penanganan pada tiga strategi utama RPKD 2025–2029.
Tiga pilar utama tersebut mencakup pengurangan beban pengeluaran masyarakat miskin, peningkatan pendapatan warga, serta penanganan kawasan kantong-kantong kemiskinan.
Guna memastikan efektivitas program di lapangan, Pemkot Pekalongan menggalang kemitraan berbasis pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media massa. (nul)
