PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Bunda PAUD Kota Pekalongan, Inggit Soraya, memperkuat pengawasan pelaksanaan transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD) yang ramah dan menyenangkan melalui program peninjauan “Dolan PAUD” di SDN Medono 7, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Jawa Tengah.
Peninjauan tersebut difokuskan pada pola pembelajaran kelas awal (kelas 1 dan 2 SD) guna memastikan anak-anak usia 0–8 tahun tidak dibebani oleh tekanan akademik serta tugas tertulis berlebihan di fase awal persekolahan.
Langkah ini sejalan dengan arahan kementerian untuk menerapkan tiga pilar transisi PAUD ke SD, yakni penghapusan tes membaca, menulis, dan berhitung (calistung) saat penerimaan murid baru, pelaksanaan MPLS yang ramah anak, serta pembinaan enam kemampuan fondasi dasar anak.
Baca Juga:Baru 2 Bulan Dikeruk, Muara dan Dermaga Kendal Kembali Dangkal Tergerus Sedimentasi AlamiTetapkan Batas! Ramalan Keuangan Zodiak 22 Oktober 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces
“Penguatan transisi PAUD ke SD membutuhkan kolaborasi guru dan edukasi kepada orang tua. Jangan sampai anak terbebani sejak awal masuk SD dengan tugas menulis berlembar-lembar maupun PR yang berlebihan,” ujar Bunda PAUD Kota Pekalongan, Inggit Soraya, di Pekalongan.
Inggit menekankan bahwa asesmen perkembangan anak di kelas awal SD hendaknya dilakukan secara fleksibel, termasuk memberikan ruang bagi siswa untuk menunjukkan pemahaman melalui kemampuan bercerita dan komunikasi lisan.
Menurutnya, pengembangan nilai moral agama, motorik, sosial, serta kepercayaan diri anak harus porsi perhatian yang seimbang dengan pencapaian akademik.
Sementara itu, Kepala SDN Medono 7, Ayu Mega Wulandari, mengapresiasi peninjauan langsung Bunda PAUD bersama Perwakilan Forum PAUD dan Gugus SD Pekalongan Barat demi mewujudkan iklim belajar sekolah dasar yang aman, Bahagia, dan kondusif. (nul)
