Gandeng Akademisi Mesir dan Malaysia, UIN Walisongo Gaungkan Dakwah Islam Moderat untuk Perdamaian Dunia

Gandeng Akademisi Mesir dan Malaysia, UIN Walisongo Gaungkan Dakwah Islam Moderat untuk Perdamaian Dunia
IST. HADIRKAN - Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo Semarang menghadirkan akademisi dari Mesir dan Malaysia dalam Seminar Internasional bertema Preaching Moderate Islam in Southeast Asia and the Middle East for Global Peace, Kamis (22/10/2026).
0 Komentar

SEMARANG, RADARPEKALONGAN.ID — Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggemakan pentingnya syiar dakwah Islam yang moderat, toleran, dan menyejukkan di kancah internasional.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Seminar Internasional bertajuk “Preaching Moderate Islam in Southeast Asia and the Middle East for Global Peace” yang diselenggarakan di Gedung KH Shaleh Darat UIN Walisongo, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 tersebut menghadirkan pakar akademisi dari Al-Azhar University Mesir, Prof. Dr. Sholeh Mahmoud Al Bajuri, serta Dekan Academy of Contemporary Islamic Studies UiTM Malaysia, Prof. Dr. S. Salahudin bin Suryono.

Baca Juga:Bawa Batik Jelamprang Pekalongan, Putri Maulida Zahro Pukau Panggung Miss Batik Indonesia 2026Skrining 114 Ribu Warga Kendal, Dinkes Temukan 347 Orang Terindikasi Mengalami Depresi

“Islam moderat bukan Islam yang garang. Islam itu merangkul, bukan memukul; Islam itu memeluk, bukan menendang,” ujar Dekan FDK UIN Walisongo Semarang, Dr. H. Nasihun Amin, M.Ag., di Semarang.

Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag., menegaskan bahwa momentum Hari Santri harus dimanfaatkan untuk memperkuat akhlakul karimah serta memperluas wawasan kebangsaan dan kemanusiaan mahasiswa di tengah polarisasi global.

Dalam sesi pemaparan, Prof. Sholeh Mahmoud Al Bajuri menyoroti pentingnya memahami Al-Qur’an secara utuh sesuai asbabun nuzul dan konteks tafsir sahih guna mencegah misinterpretasi dalil yang kerap digunakan oleh kelompok ekstremis.

Sementara itu, Prof. S. Salahudin bin Suryono mengimbau para mahasiswa dan calon dai untuk memanfaatkan media sosial secara bijak dengan memproduksi konten keagamaan yang santun, toleran, serta memperkuat keharmonisan bermasyarakat. (Anang)

0 Komentar