Pulihkan Pesisir Pekalongan, Siswa SMAN 1 Tanam Mangrove Gunakan Metode Inovatif Guludan

Pulihkan Pesisir Pekalongan, Siswa SMAN 1 Tanam Mangrove Gunakan Metode Inovatif Guludan
MALEKHA. PENANAMAN - Para pelajar yang tergabung dalam program Sekolah Iklim SMA Negeri 1 Pekalongan melakukan aksi nyata dengan menanam bibit mangrove.
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Para pelajar yang tergabung dalam program Sekolah Iklim SMA Negeri 1 Pekalongan menggelar aksi penanaman bibit mangrove menggunakan teknik guludan di kawasan pesisir Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Aksi nyata ini ditujukan untuk memulihkan ekosistem pesisir serta menyelamatkan garis pantai dari ancaman abrasi dan luapan banjir rob yang kian masif.

Penggunaan metode guludan dipilih sebagai solusi teknis yang efisien untuk mengatasi karakteristik perairan pantai pesisir Pekalongan yang cenderung dalam.

Baca Juga:Nama Wakil Bupati Kendal Benny Karnadi Dicatut Penipu Janjikan Hibah Lewat Pesan WhatsAppCegah Longsor Susulan di Jalan Darupono, Pemkab Kendal Tanam 18 Tiang Pancang Senilai Rp 1,2 Miliar

Perwakilan Komunitas Peduli Pesisir (KOBAR) Pekalongan sekaligus Mentor Sekolah Iklim SMAN 1 Pekalongan, Muhammad Azam Prayoga, menjelaskan bahwa metode guludan memiliki keunggulan dari segi kapasitas penanaman dan efisiensi biaya.

“Teknik guludan ini merupakan metode rehabilitasi hutan mangrove yang dilakukan untuk mengatasi kondisi perairan yang dalam. Kapasitas penanamannya juga lebih banyak, sehingga bisa menjadi alternatif yang cukup efisien dibandingkan metode lainnya,” jelas pria yang akrab disapa Yoga tersebut.

Dalam satu struktur guludan, para siswa mampu menanam sekitar 20 hingga 30 bibit dari varietas api-api (Avicennia) dan kapidada (Sonneratia) yang dikenal memiliki daya tahan tinggi.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran luar kelas (outing class) untuk mengenalkan kembali metode yang sempat diterapkan di Pekalongan Mangrove Park sebelum tergerus banjir rob.

“Oleh karena itu, penanaman kembali melalui pendekatan tersebut diharapkan dapat menambah pengetahuan sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap keberlanjutan ekosistem mangrove,” beber Yoga.

Sementara itu, Ketua Rencana Aksi Siswa Sekolah Iklim SMAN 1 Pekalongan, Mikhail Ahmad, menegaskan bahwa para siswa telah menjadwalkan proses pemantauan (monitoring) berkala setiap satu hingga dua minggu sekali.

“Kami akan melakukan monitoring secara berkala untuk memantau perkembangan mangrove. Harapannya, inovasi yang kami lakukan ini dapat memotivasi siswa lain untuk membuat inovasi serupa atau bahkan lebih baik,” ungkap pelajar yang akrab disapa Mikhi tersebut.

Baca Juga:Ini Saatnya! Ramalan Cinta Zodiak 29 Oktober 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan PiscesOverthinking? Ramalan Cinta Zodiak Kamis 29 Oktober 2026 untuk Leo, Virgo, Libra, dan Scorpio

Aksi ini diharapkan dapat memantik kesadaran generasi muda untuk terus merespons isu pemanasan global melalui langkah konkret di lapangan.

“Penanaman mangrove dengan metode guludan menjadi salah satu langkah awal untuk membangun kepedulian, mengembangkan inovasi, serta menumbuhkan tanggung jawab generasi muda dalam menjaga kawasan pesisir Kota Pekalongan,” pungkas Mikhi. (mal)

0 Komentar