PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Komunitas lingkungan Triple eR Warriors menggalakkan gerakan kepedulian sampah dengan melibatkan ribuan pelajar dari 92 lembaga pendidikan di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mulai dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA.
Inisiatif kolaboratif ini dirancang untuk menanamkan prinsip pengelolaan sampah berbasis Reduce, Reuse, Recycle (3R) secara praktis dan sistematis sejak usia dini di lingkungan sekolah.
Founder Triple eR Warriors, Soeroso, menjelaskan bahwa pelibatan generasi muda didasari oleh potensi besar para pelajar untuk bertindak sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
Baca Juga:Pagu DBHCHT Kabupaten Kendal Anjlok 48 Persen, Pemkab Pilih Kurangi Nominal BLT Ketimbang PenerimaDinkes Kendal Temukan 51 Kasus Positif TB dari Skrining di 110 Titik, Target Eliminasi 2030
Dalam program ini, para siswa tidak hanya menerima materi teoretis, melainkan diajak melihat langsung realitas pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta proses pemilahan di Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R.
Setiap sekolah partisipan mendelegasikan lima siswa pilihan sebagai relawan lingkungan didampingi satu guru pembimbing untuk merumuskan aksi nyata di sekolah masing-masing.
“Menanamkan kebiasaan baik sejak anak-anak akan lebih efektif daripada mengubah kebiasaan buruk ketika sudah dewasa. Anak-anak juga berpotensi menjadi agen perubahan, tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga,” jelas Soeroso.
Rencana tindak lanjut dari para relawan muda ini meliputi pembudayaan pemilahan sampah harian, pengembangan unit bank sampah mandiri, hingga kampanye pengurangan volume sampah plastik.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Sopan Wjiyanto, mengapresiasi langkah taktis komunitas dalam memperluas jangkauan edukasi kebersihan lingkungan.
Pihaknya berharap rantai transfer pengetahuan dari para siswa relawan dapat menular secara masif ke seluruh warga sekolah sehingga gerakan bijak kelola sampah menjelma sebagai budaya permanen institusi pendidikan. (nul)
