Pagu DBHCHT Kabupaten Kendal Anjlok 48 Persen, Pemkab Pilih Kurangi Nominal BLT Ketimbang Penerima

Pagu DBHCHT Kabupaten Kendal Anjlok 48 Persen, Pemkab Pilih Kurangi Nominal BLT Ketimbang Penerima
ABDUL GHOFUR. SERAHKAN BLT - Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyerahkan BLT DBHCHT kepada warga penerima manfaat di Kecamatan Ringinarum, Senin (2/11/2026).
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal, Jawa Tengah, dihadapkan pada tantangan penyesuaian anggaran setelah pagu Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2026 mengalami penurunan drastis hingga 48 persen.

Kendati mengalami penyusutan anggaran yang cukup signifikan dari pemerintah pusat, Pemkab Kendal mengambil kebijakan strategis dengan memangkas nominal bantuan ketimbang mengurangi jumlah kuota warga penerima manfaat.

Langkah ini diambil demi menjaga pemerataan dan menghindari potensi gejolak sosial di tengah masyarakat sektor industri tembakau.

Baca Juga:Dinkes Kendal Temukan 51 Kasus Positif TB dari Skrining di 110 Titik, Target Eliminasi 2030Kirab Kain Batik 116 Meter Karya Pelajar Meriahkan Puncak Pesindon Batik Vibes 2026 di Pekalongan

Kepastian kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, di sela-sela agenda penyerahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) DBHCHT di Kecamatan Ringinarum, Senin (2/11/2026).

“Daripada nominalnya tidak berkurang, tetapi jumlah penerimanya berkurang, nanti malah menjadi persoalan. Ada yang mendapat bantuan, ada yang tidak. Karena itu, diputuskan penerimanya tetap, tetapi nominalnya yang berkurang,” ungkap Dyah Kartika.

Sasaran penerima BLT DBHCHT ini difokuskan secara spesifik kepada kelompok masyarakat yang menggantungkan hidup pada rantai pasok industri tembakau, meliputi buruh tani tembakau, petani beserta buruh cengkeh, hingga buruh pabrik rokok.

Kecamatan Ringinarum tercatat sebagai wilayah dengan porsi penerima terbanyak di Kabupaten Kendal, yakni mencapai 1.266 orang, sehingga proses penyaluran via PT Pos Indonesia harus dikawal secara ketat hingga sore hari.

Di hadapan para warga penerima manfaat, Bupati berpesan agar dana bantuan tersebut dialokasikan secara bijak untuk mendongkrak kualitas gizi dan kesehatan keluarga di rumah.

“Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan untuk sesuatu yang bermanfaat. Bisa untuk membeli kebutuhan obat dan lauk-pauk bergizi agar pemenuhan gizi di rumah tercukupi. Sehingga bapak dan ibu tetap sehat dan bisa beraktivitas seperti biasanya,” pesan Dyah Kartika.

Meskipun besaran nominal bantuan mengalami penyesuaian turun akibat kontraksi anggaran pusat, Pemkab Kendal berharap para penerima tetap bersyukur, terlebih di tengah tren harga jual panen tembakau tahun ini yang terpantau cukup menggembirakan.

0 Komentar