PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Kota Pekalongan menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang penilaian Posyandu tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2026 berkat keberhasilan mengimplementasikan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Tim Pembina Posyandu Kota Pekalongan sukses menyabet juara ketiga tingkat provinsi, sementara TP Posyandu Kecamatan Pekalongan Selatan turut mengharumkan daerah dengan meraih juara kedua untuk kategori kecamatan.
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bersama Ketua TP Posyandu Provinsi Jateng Nawal Yasin di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (2/11/2026).
Baca Juga:Jelang Libur Nataru, Perbaikan Jalan Pantura Batang-Pekalongan Dikebut Rampung Sebelum Akhir TahunArus Pekerja Migran Kendal Tertinggi Ke-3 di Jateng, Kehadiran KIK Buka Peluang Kerja Lokal
Ketua TP Posyandu Kota Pekalongan, Inggit Soraya, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan buah manis dari kerja keras kolektif para kader di lapangan yang mengedepankan kehadiran nyata pemerintah di tengah masyarakat.
“Sebetulnya kami tidak menargetkan penghargaan. Target utama kami adalah bagaimana masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah melalui Posyandu. Ketika ada permasalahan di wilayahnya, masyarakat tidak merasa sendiri karena ada pihak yang membantu mencarikan solusi,” ungkap Inggit saat ditemui di Labkesda Pekalongan, Selasa (3/11/2026).
Dalam pemeringkatan tingkat Provinsi Jawa Tengah, Kota Surakarta keluar sebagai juara pertama, disusul Kota Magelang di posisi kedua, dan Kota Pekalongan pada peringkat ketiga.
Sementara itu, Ketua TP Posyandu Kecamatan Pekalongan Selatan, Silvi Yunita, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas kerja sama lintas sektor yang mengantar wilayahnya meraih predikat juara kedua kategori kecamatan.
“Alhamdulillah, kami bersyukur mendapatkan nominasi terbaik kedua tingkat Jawa Tengah. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menggerakkan dan meningkatkan pelaksanaan Posyandu 6 SPM, khususnya di Kecamatan Pekalongan Selatan,” kata Silvi.
Silvi menjelaskan, keberhasilan tersebut ditopang oleh sejumlah inovasi pelayanan terintegrasi, seperti program Sonjo (kunjungan keluarga anak stunting), sambangan PAUD, hingga Jaring AUD guna memastikan akses pendidikan anak usia dini terpenuhi secara optimal.
Pemkot Pekalongan berharap prestasi ini menjadi momentum penting untuk memperluas jangkauan layanan dasar Posyandu hingga tingkat kelurahan dan merata ke seluruh penjuru daerah.
