Terpisah 21 Tahun dan Hilang Kontak di Arab Saudi, PMI Pekalongan Kuslatifah Akhirnya Pulang

Terpisah 21 Tahun dan Hilang Kontak di Arab Saudi, PMI Pekalongan Kuslatifah Akhirnya Pulang
ISTIMEWA. KEMBALI KE KELUARGA – Kuslatifah, PMI asal Kota Pekalongan, akhirnya bisa kembali ke keluarga setelah selama bertahun-tahun berada di Arab Saudi, Selasa (3/11/2026).
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Setelah hampir 21 tahun terpisah dan terputus komunikasi dari pihak keluarga, Kuslatifah Ahmad Sayuti (66), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Pekalongan, Jawa Tengah, akhirnya bisa kembali menginjakkan kaki di kampung halamannya.

Kepulangan Kuslatifah yang bertahun-tahun berada di Jeddah, Arab Saudi, disambut haru oleh pihak keluarga saat tiba di rumahnya yang berlokasi di Kampung Klego Baru, Kecamatan Pekalongan Timur, Selasa (3/11/2026) siang.

Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) mengawal langsung proses kepulangan Kuslatifah mulai dari penjemputan di Stasiun Pekalongan hingga diantarkan ke kediamannya.

Baca Juga:Pemkab Batang Siapkan Rp 3 Miliar di 2027 untuk Perpesona Pedestrian Jalan Dr SutomoSidik Jari Laten di Paralon Ungkap Pembunuhan Sadis di Kendal, 5 Tersangka Dibekuk Polisi

Kepala Dinperinaker Kota Pekalongan, Betty Dahfiani Dahlan, menegaskan bahwa penjemputan dan pendampingan ini merupakan wujud nyata kepedulian serta tanggung jawab pemerintah daerah terhadap keselamatan warganya di luar negeri.

“Alhamdulillah, siang ini Ibu Kuslatifah sudah bisa kembali ke Kota Pekalongan dan berkumpul dengan keluarga. Kami dari Dinperinaker turut mengawal proses kepulangannya sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemerintah daerah terhadap warga, khususnya pekerja migran yang mengalami permasalahan di luar negeri,” ujar Betty.

Betty menambahkan, pemulangan ini terwujud berkat kolaborasi erat antara Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), KJRI Jeddah, Kementerian Luar Negeri, Migrant CARE, BP3MI Banten, P4MI Pemalang, serta dukungan keluarga.

Kuslatifah sendiri berangkat ke Arab Saudi pada 2005 sebagai asisten rumah tangga dan kehilangan kontak dengan keluarga sejak 2007, hingga kondisinya memburuk usai mengalami musibah fisik yang membuatnya tidak bisa bekerja.

“Saya mengalami kecelakaan jatuh dari mobil yang menyebabkan tangan dan kaki tidak dapat digerakkan sehingga tidak lagi mampu bekerja,” tutur Kuslatifah.

Beruntung, Kuslatifah ditolong oleh seseorang yang membawanya ke KJRI Jeddah. Selama kurang lebih tiga bulan dalam pendampingan, ia mendapat perawatan medis dan pemenuhan kebutuhan dasar yang layak.

“Masyaallah, KJRI sangat baik sekali kepada saya. Setiap hari diberi makan tiga kali, semuanya diperhatikan. Setiap malam juga ada kegiatan yasinan, pagi hari sekitar pukul 07.00 ada senam bersama. Saya benar-benar merasa diperhatikan dan sangat berterima kasih kepada bapak-bapak dan ibu-ibu di sana,” ungkapnya haru.

0 Komentar