BATANG, RADARPEKALONGAN.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Jawa Tengah, menerapkan kebijakan rekrutmen khusus dalam menjaring calon peserta didik untuk program Sekolah Rakyat.
Alih-alih membuka jalur pendaftaran umum secara mandiri, pemerintah daerah memilih menggunakan metode jemput bola langsung ke lapangan guna memastikan program pendidikan ini tepat sasaran.
Langkah taktis tersebut diambil untuk membidik anak-anak dari keluarga prasejahtera yang berisiko tidak mendapatkan akses pendidikan yang layak.
Baca Juga:Tekan Sampah 160 Ton Per Hari, Dindik Pekalongan Siapkan 500 Relawan Pelajar Triple eR WarriorsTaklukkan Persebaya 3-2 Lewat Gol Dramatis Patrick Cruz, Kendal Tornado FC Comeback Ciamik
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menegaskan bahwa tata cara seleksi peserta didik Sekolah Rakyat tidak mengikuti prosedur administratif konvensional layaknya sekolah pada umumnya.
“Sistem rekrutmen Sekolah Rakyat tidak menggunakan jalur pendaftaran siswa secara umum. Perekrutannya berdasarkan usulan serta temuan langsung di lapangan,” kata Faiz saat ditemui di kantornya, Rabu (4/11/2026).
Faiz memaparkan, proses verifikasi data penerima manfaat dilakukan dengan mengombinasikan kondisi riil di akar rumput bersama rekomendasi dari para pemangku kepentingan lokal.
Pemerintah daerah melibatkan unsur perangkat desa, kepala desa, hingga tokoh masyarakat setempat agar pemetaan anak putus sekolah atau dari keluarga kurang mampu dapat terdeteksi secara akurat.
“Jadi, kita mengandalkan hasil temuan lapangan, usulan dari tokoh masyarakat, serta usulan dari para kepala desa,” tandasnya.
Melalui pendekatan proaktif ini, Pemkab Batang optimistis program Sekolah Rakyat mampu menghapus hambatan birokrasi dan akses informasi, sehingga pemerataan pendidikan bagi warga kurang mampu dapat terwujud optimal di wilayahnya. (fel)
