Atasi Bahaya Stunting, Ini yang Dilakukan Dinperpa Kota Pekalongan

Atasi Bahaya Stunting
etua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya dan Kepala Dinperpa setempat, Drs Mu’adi MM bersama pengurus PKK sedang berfoto bersama. (Radarpekalongan.id)
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID – Untuk atasi bahaya stunting di Kota Pekalongan, Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) setempat mendorong masyarakat, khususnya ibu hamil, balita berisiko stunting dan kader PKK untuk membiasakan konsumsi pangan yang beragam dan bergizi.

Kepala Dinperpa setempat, Drs Mu’adi MM mengatakan bahwa untuk membentuk masyarakat yang berpola hidup sehat, pihaknya bersinergi dengan Dinas Kesehatan terus menggiatkan sosialisasi supaya masyarakat paham mengenai menjaga mutu keamanan pangan.

“Disini kami juga mengedukasi peserta untuk dapat memantau jajanan yang tersedia di sekolah anak mereka, selain sosialisasi kami juga fokus jajanan pangan di sekolahan dengan mengadakan pemeriksaan secara periodik ke sejumlah sekolah,” ucapnya.

Baca Juga:Bingung Buang Minyak Jelantah? Yuk Sulap Jadi Aroma TerapiLife With BSI Semarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-78, Wawalkot Pekalongan Berharap Tingkatkan Persaudaraan

Dinperpa Kota Pekalongan mengadakan sosialisasi keamanan pangan untuk atasi bahaya stunting di kantor setempat.

Selain itu 90 peserta yang mengikuti sosialisasi keamanan pangan diajak untuk dapat mengkonsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA). Sebab hal ini menjadi penting dalam penurunan angka di stunting di Kota Pekalongan.

Ketua TP PKK Ajak Atasi Bahaya Stunting

Lebih lanjut, hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya menyampaikan bahwa ibu-ibu harus cerdas dalam mengamati kondisi pangan yang sehat, salah satunya di lingkungan anak-anak seperti sekolah.

Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya menjadi narasumber dalam sosialisasi keamanan pangan untuk atasi bahaya stunting di kantor setempat.(Radarpekalongan.id)

“Anak-anak ini aset generasi kita kelak mereka harus sehat, sehingga apa yang mereka makan sehari-hari harus bergizi, aman bebas dari zat kimia atau pewarna yang berbahaya,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak kader yang hadir untuk bisa mendampingi tiap keluarga pada masing-masing wilayahnya untuk penerapan pola konsumsi pangan B2SA diantaranya agar mutu pangan, keanekaragaman, kandungan gizi, keamanan dan kehalalan dapat terpenuhi. Disamping itu pola B2SA dianggap sebagai cara yang efektif dalam mencegah pemborosan pengeluaran biaya rumah tangga sehari-hari

“Nah paling penting juga ibu-ibu bisa menjaga kebersihan dengan selalu mencuci tangan dengan sabun ketika akan mengolah makanan dan sebelum makan, juga tidak membiasakan pemborosan makanan karena saat ini dampak el nino sudah terjadi di sejumlah daerah. Sehingga produksi pangan terhambat, jadi ayo bersama kita ubah perilaku untuk menjaga pangan yang kita makan sehari-hari,” pungkasnya. (dur)

0 Komentar