Hingga Oktober Tahun 2022, Dinperinaker Mencatat Jumlah 799 Pencaker, Sri Haryati: Akan Meningkat di Akhir Tahun
Hingga Oktober Tahun 2022, Dinperinaker Mencatat Jumlah 799 Pencaker, Sri Haryati: Akan Meningkat di Akhir Tahun
Hingga Oktober Tahun 2022, Dinperinaker Mencatat Jumlah 799 Pencaker, Sri Haryati: Akan Meningkat di Akhir Tahun
PEKALONGAN,Radarpekalongan.id - Seorang pejabat dan aparat sipil negara (ASN) harus bertanggungjawab atas semua yang dilakukan, semua yang dipunyai serta penggunaannya
Peringati Hari Ibu, Inggit: Peran Ibu Tak Akan Tergantikan
Biar Tidak Tumpang Tindih Program Penanggulangan Kemiskinan Dievaluasi, Wawalkot Salahudin Harapkan Sinergitas Makin Optimal
27 Warga Pekalongan Terima Bantuan Modal dan Gerobak Dari Dinperinaker, Tasripin Mengaku Terbantu
Penuhi Kebutuhan Layanan Kesehatan, PCNU Jepara Dirikan RSNU,Lahan 15,7 Ribu Meter Sudah Disiapkan
Model Berbasis Active Learning, Mudahkan Santri Mempelajari Kitab Nahwu, Santri Mengaku Menyenangkan
Tugas Orang Tua Mendidik Anak, Kalau Dititipkan ke Ponpes Itu Nngangsu Kaweruh Nderek Pengajian
PEKALONGAN, Radarpekalongan.id – Memasuki abad kedua, NU dibawah kepemimpinan Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya...
Kunci Ilmu Manfaat, Prof Dr Muhammad Fadhil bin Faiq Al Jaelany : Pentingnya Miliki Adab Tata Krama
MK Putuskan Dapil dan Jumlah Kursi DPR dan DPRD Provinsi Diatur PKPU
Capai Kemaslahatan Rakyat, Berpolitiklah dengan Konsep Aswaja
Dulu pada 10 sampai 20 tahun lalu, masyarakat yang melakukan cek kesehatan biasanya dilakukan diatas usia 50 tahun atau masyarakat rentan terkena penyakit. Namun era 2020an hingga sekarang, justru masyarakat berumur 30 tahunan menjadi masyarakat rentan terkena penyakit, baik itu jantung koroner, stroke, diabetes, dan lain-lain.
Sekarang ini, membela negara tidak hanya dilakukan dengan kekuatan senjata, akan tetapi juga dilakukan oleh setiap warga negara dengan kesadarannya untuk membela negara melakukan upaya-upaya politik maupun diplomasi.
PEKALONGAN,Radarpekalongan.id – Akibat kondisi cuaca yang tidak menentu, telah menyebakan timbulnya beragam penyakit,seperti gangguan pernafasan, persendian, dan diabetes. Kondisi itu...
Sarung batik khas Kota Pekalongan, ternyata banyak diminati oleh pasar global. Buktinya, sarung batik sudah mulai diekspor ke sejumlah negara, utamanya di kawasan Asia.
Sekarang ini, tidak hanya kalangan santri memakai sarung batik, tetapi juga masyarakat umum, termasuk kalangan pemerintahan dan instansi di lingkungan Pemkot Pekalongan pada setiap hari Jum'at.
Penjualan sarung batik kini mulai meningkat, seiring gencarnya pelaku UMKM memasarkan produknya melalui metode berbelanja melalui siaran video langsung atau live streaming.
Tahu tidak, ternyata perjalanan sarung batik Kota Pekalongan bermula dari mubaligh Yaman, yang mengenalkan sarung di Kota Pekalongan
Mumpung masih muda, para aktivis IPNU dan IPPNU harus bisa menciptakan ruang kemandirian ekonomi dan politik agar tidak mudah dibeli oleh oligarki