SMAN 1 Sragi Belajar Menyenangkan dengan Jelajah Alam

SMAN 1 Sragi
FOTO - Para siswa kelas X berfoto bersama usai kegiatan
0 Komentar

SRAGI, Radar Pekalongan.id SMAN 1 Sragi kelas X menggelar kegiatan outdoor class dengan konsep belajar menyenangkan dengan jelajah alam, Selasa (23/5/2023).

LaLu, apa tujuan SMAN 1 Sragi menggelar kegiatan outdoor class?

Disampaikan Guru Biologi SMAN 1 Sragi Lilis Mudjiati Sp Msi menuturkan bahwa kegiatan pembelajaran tidak hanya di dalam kelas/lingkungan sekolah, namun juga siswa dapat belajar langsung dari lingkungan untuk lebih bisa memahami materi, sekaligus menumbuhkan rasa peduli dengan lingkungan.

Dalam pembelajaran tersebut, kelas X SMAN 1 Sragi mempelajari materi Biologi tentang upaya pengelolaan limbah di Pantai Sari ( sebelah barat Pasir Kencana).

Baca Juga:Dindik Kota Pekalongan Aktifkan Kembali Forum Komunikasi PAUD SDKulit Pisang Bisa Jadi Skincare? Begini Caranya Kata dr Zaidul Akbar

“Kegiatan pembelajaran ini menggunakan model dengan jelajah lingkungan sekitar (jelas) sebagai upaya untuk memahami materi ( pencemaran dan upaya pengelolaannya), membangun kepedulian terhadap kasus pencemaran serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan / ceria sebagai implementasi kurikulum merdeka belajar,” ungkap Lilis.

Untuk tahapan proses pembelajaran ini dimulai dengan orientasi siswa pada masalah serta faktor-faktor penyebab pencemaran yang ada di sekitar sekolah.

“Siswa secara berkelompok di minta untuk melakukan pengamatan dan wawancara pada masyarakat yang memiliki usaha-usaha yg di mungkinkan menghasilkan limbah dan upaya penangan limbah yang sudah dilakukan,” imbuhnya.

Dijelaskan lebih lanjut, hasil pengamatan yang dihasilkan akan di analisis dan di presentasikan. Kemudian tahap berikutnya berupa aksi nyata yang melibatkan diri dalam upaya penangan pencemaran serta mengambil dan mengumpulkan dan memilah limbah.

Kegiatan ini melibatkan 3 kelas dengan obyek yang berbeda (pantai pasir sari / barat pasir kencana dekat dengan timur Pure, dan tempat kedua di Pantai Wonokerto dan Depok.

“Kami berharap dengan adanya proses pembelajaran dengan metode PBL ( Problem base learning) dalam pelajaran kali diharapkan memberikan kesempatan pada siswa untuk mendapatkan pengalaman yang nyata saat proses pembelajaran, sehingga siswa dapat menemukan pengetahuan baru, serta bisa memahami masalah dalam kehidupan nyata, dan mendorong kemampuan siswa untuk berfikir kritis,” pungkas Lilis.(mal)

0 Komentar