Stop Social Loafing, Budaya Numpang Nama dalam Kelompok

Social Loafing Kurangi Kinerja dalam Kelompok
Social loafing, fenomena numpang nama dalam kelompok. (Sumber: Cengage)
0 Komentar

Sebab Munculnya Social Loafing

Penyebab social loafing. (Sumber: freepik.com)

Jika kamu pernah terlibat dalam kerja kelompok, tentu fenomen social loafing merupakan hal yang tidak asing lagi. Dilansir dari Verywell Mind, penyebab situasi ini dapat dijelaskan secara psikologis.

Ketiadaan Motivasi

Motivasi merupakan salah satu faktor utama yang menentukan kinerja seseorang dalam tim. Berkurangnya motivasi orang dalam kelompok berbanding lurus terhadap usaha yang mereka berikan.

Orang yang kurang termotivasi untuk menyelesaikan suatu tugas cenderung berpotensi lebih besar untuk menjadi social loafer. Misalnya, mereka tidak peduli terhadap hasil akhir atau mereka lebih suka bekerja secara individu daripada kelompok.

Baca Juga:4 Tipe Attachment Style, Pengaruhi Kualitas Hubunganmu dengan Orang LainDefusion Technique: 4 Cara Menguraikan Pikiran dan Perasaan

Keberadaan orang lain dalam kelompok, apalagi yang terlihat memiliki kemampuan lebih, memicu timbulnya sikap santai. Sehingga motivasi untuk tampil dengan optimal akan berkurang.

Kamu bisa melakukan tes self motivation ini untuk bisa mengenali dirimu dalam mencapai tujuan.

Kecilnya Rasa Tanggung Jawab

Orang cenderung akan menjadi social loafer ketika mereka merasa tidak memiliki tanggung jawab penuh akan apa yang sedang dikerjakan. Mereka juga berasumsi bahwa kontribusi yang bisa mereka berikan sangatlah kecil dan tidak menciptakan dampak signifikan.

Fenomena ini juga dijelaskan dalam istilah bystander effect, di mana orang cenderung mengamati dan tidak membantu orang lain ketika melihat ada orang lain yang bisa membantu.

Skala Kelompok

Kelompok kecil akan membuat orang cenderung merasa bahwa kontribusi mereka penting, sebab kelompok tersebut membutuhkan lebih banyak andil dari setiap anggota kelompok yang jumlahnya tidak terlalu besar.

Sebaliknya, semakin besar ukuran kelompok akan membuat orang merasa bahwa usaha yang dibutuhkan dari setiap orang semakin kecil.

Ekspektasi

Orang akan bekerja lebih keras dalam kelompok jika mereka berpikir bahwa rekan kerja mereka memiliki kinerja yang buruk.

Baca Juga:Percakapan Berat: Bagaimana Cara Menghadapi Kecanggungan dan Mengapa Kita Menghindarinya?Gawat! Risiko Kematian Akibat Kesepian Setara dengan Merokok 15 Batang Per Hari

Namun, ketika bekerja dengan orang-orang yang kompeten, orang cenderung mundur dan membiarkan mereka menangani semua pekerjaan kelompok.

Tips Kurangi Social Loafing

Membangun tim tanpa social loafing. (Sumber: freepik.com)

0 Komentar