Upgrade Kemampuan Fisioterapis, IFI Kota Pekalongan Gelar Seminar Nasional Bareng DIII Fisioterapi Unikal

Upgrade Kemampuan Fisioterapis
FOTO - Para peserta berfoto bersama usai seminar

KOTA, Radarpekalongan.id – Upgrade kemampuan fisioterapis Program Studi D3 Fisioterapi Unikal bersama Ikatan Fisioterapi Indonesia ( IFI) Pekalongan menggelar seminar nasional yang bertajuk “Physiotherapy in post orif lower extrem ity prevents neurological occurence”. Kegiatan yang digelar di GOR Unikal ini diikuti 105 peserta dari berbagai fisioterapis di Indonesia.

Lalu, siapa saja yang mengikuti seminar nasional sebagai modal untuk upgrade kemampuan fisioterapis?

Disampaikan Kaprodi DIII Fisioterapi Unikal Andung Maheswara R SST FT MFis bahwa kegiatan seminar ini bertujuan untuk mengupgrade kemampuan yang diikuti oleh mahasiswa semester 1, semester 3, semester 5 yang ikut mendaftar.

“Untuk semester 1, seminar ini mengenalkan kembali tentang fisioterapi, untuk semester 3 dan 5, kegiatan akan menambah keilmuan karena mereka nantinya juga akan mengaplikasikan keilmuan terapi pada saat praktek di rumah sakit, beberapa alumni dari Unikal yang sudah bekerja di Rumah sakit, di klinik ataupun homecare kini bisa mengikuti kegiatan seminar ini tanpa harus ke Kota-kota besar,” ungkap Andung sapaan akrabnya.

IMG 20230730 WA0062
Upgrade Kemampuan Fisioterapis, IFI Kota Pekalongan Gelar Seminar Nasional Bareng DIII Fisioterapi Unikal

Sementara itu, Ketua IFI Kota Pekalongan Agung Hermawan S.Ftr.M.Erg yang turut menjadi narasumber dalam seminar tersebut mengungkapkan apa yang menjadi motivasi IFI bersama DIII Fisioterapi Unikal menggelar kegiatan ini, yang tak lain adalah mengenalkan mahasiswa dengan dunia Fisioterapi, sehingga ketika mereka sudah menjadi fisioterapi atau lulus dari fisioterapi sudah bisa mengaplikasikan ilmunya dengan baik.

“Kami berharap, kerjasama ini bisa terjalin lebih panjang lagi karena kita tidak bisa berpatok pada pendidikan saja tapi juga berpatok pada klinisi , keduanya harus bersinergi karena untuk mengembangkan dari keilmuan manusia,” terang Agung.

Baca juga : Unikal Bentuk Satgas PPKS, Upaya Cegah dan Tangani Kasus Pelecehan Seksual di Lingkungan Kampus

Selain itu, terapi juga hal yang menjadi pertimbangan selanjutnya untuk mensinergikan akademisi dan klinisi adalah bahwa terapi tidak hanya berpatok pada klinis saja atau berpatok pada akademisi, oleh karenanya perlu menanamkan kepada mahasiswa bahwa keilmuan itu tidak serta mata didapatkan dari akademisi atau di bangku perkuliahan tapi dengan adanya acara workshop, seminar seperti bisa lebih mendapatkan ilmu tambahan yang tidak hanya secara teoritis saja.