Oleh Nabila Najwa Cinta Aulia
RADARPEKALONGAN.ID – Bencana alam yang melanda wilayah Sumatra dan Aceh dalam beberapa waktu terakhir meninggalkan duka. Tidak hanya yang tampak pada rumah yang hancur atau jalan jalan yang terputus.
Kejadian serupa terjadi di Pekalongan beberapa waktu terakhir dan tak kunjung surut. Aktivitas warga terganggu. Akses rel kereta untuk dilalui sempat terhambat. Tak sedikit tempat tinggal yang terendam air banjir bercampur sampah dan limbah industri, membuat para warga harus berada di tempat pengungsian hingga saat ini.
Di tengah upaya pemulihan pascabencana, perhatian hak kesehatan terhadap perempuan, gadis remaja, ibu hamil, ibu menyusui, bayi, serta anak-anak dalam masa pertumbuhan menjadi hal yang sangat mendesak.
Baca Juga:Kisah Isra Mikraj yang Tidak Pernah Selesai DiceritakanCatatan untuk Saudara Ahnaf tentang MDH ala Bung Karno
Mereka bukanlah sekedar korban, melainkan penentu masa depan sebuah wilayah yang sedang berjuang untuk bangkit.
Bencana banjir, longsor, dan genangan lumpur yang terjadi akibat curah hujan ekstrem telah memaksa ribuan keluarga mengungsi.
Di lokasi pengungsian, keterbatasan ruang, air bersih; sanitasi dan layanan kesehatan menciptakan kondisi yang sangat beresiko bagi kesehatan fisik maupun mental.
Dalam situasi seperti ini, hak atas kesehatan bukan lagi konsep abstrak, melainkan kebutuhan nyata yang menentukan kesehatan dan kelangsungan hidup.
Hak kesehatan merupakan bagian dari hak asasi manusia yang melekat pada setiap individu sejak lahir. Hak ini mencangkup akses terhadap pelayanan kesehatan yang layak, lingkungan yang bersih, air minum yang aman, serta informasi kesehatan yang benar.
Bagi perempuan dan anak, pemenuhan hak kesehatan memiliki dimensi yang lebih kompleks karena berkaitan langsung dengan fungsi biologis, proses pertumbuhan, serta kerentanan manusia yang sering kali meningkat saat terjadi krisis.
Perempuan, khususnya ibu hamil dan menyusui, menghadapi tantangan kesehatan yang berlipat ganda di tengah bencana.
Baca Juga:Mengapa Mendengarkan Musik Mempengaruhi Suasana Hati Manusia?Materialisme Dialektika Historis ala Bung Karno dan Krisis Cara Berpikir Mahasiswa Hari Ini
Kehamilan dan persalinan membutuhkan kondisi yang bersih, aman, serta pendampingan tenaga medis. Namun, ketika fasilitas kesehatan rusak atau sulit dijangkau, risiko komplikasi kehamilan meningkat.
Keterlambatan penanganan medis, kurangnya pemeriksaan rutin, serta stres akibat kondisi pengungsian dapat berdampak serius bagi ibu dan janin.
