Memukau di D’Modifest 2026, Batik Rifaiyah Batang Rancangan Wulan Velea Siap Tembus Pasar Nasional

Memukau di D’Modifest 2026, Batik Rifaiyah Batang Rancangan Wulan Velea Siap Tembus Pasar Nasional
DOK. ISTIMEWA TAMPIL - Ketua Dekranasda Batang Faelasufa Faiz Kurniawan memperagakan busana karya desainer Batang Wulan Velea yang dipadukan dengan batik rifaiyah khas Batang pada D’Modifest 2026 di The Park Semarang.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, SEMARANG – Kabupaten Batang kembali menunjukkan taringnya dalam kancah wastra nasional. Melalui ajang Dekranasda Modest & Iftar Festival 2026 (D’Modifest) yang digelar di Atrium The Park Semarang, Sabtu, 28 Februari 2026, produk unggulan Batik Rifaiyah tampil mempesona dalam peragaan busana yang diikuti oleh para pimpinan daerah.

Ketua Dekranasda Kabupaten Batang, Faelasufa Faiz Kurniawan, turun langsung ke catwalk membawakan busana perpaduan tradisi dan modernitas. Ia mengenakan bawahan Batik Rifaiyah yang melegenda, dipadukan dengan atasan trendi hasil tangan dingin desainer lokal kebanggaan Batang, Wulan Velea.

“Produk yang saya pakai merupakan karya UMKM Batang, bawahan batik rifaiyah dan atasan dari desainer kebanggaan Batang, Wulan Velea. Kita hadir untuk mengenalkan karya perajin Batang agar semakin mendapat ruang promosi dan bisa naik kelas,” ungkap Faelasufa di sela acara.

Baca Juga:Respon Konflik Timur Tengah, PCNU Kota Pekalongan Instruksikan Warga Nahdliyin Baca Qunut NazilahHarlah ke-71 IPPNU Kendal, Perempuan Harus Berani Suarakan Kesetaraan dan Mandiri Secara Psikologis

Target Naik Kelas dan Ekspansi Pasar

Keterlibatan Batang dalam D’Modifest 2026 bukan sekadar partisipasi seremonial. Faelasufa menegaskan misi utamanya adalah memperkenalkan produk jadi wastra Batang ke level yang lebih tinggi agar akses pasar semakin terbuka lebar bagi para perajin lokal.

Optimisme ini didukung oleh catatan prestasi UMKM Batang yang baru-baru ini sukses besar di ajang INACRAFT 2026 di Jakarta. Dalam pameran tersebut, produk asal Batang mampu meraup omzet hingga Rp188 juta, sebuah angka yang membuktikan bahwa kualitas produk lokal tidak kalah saing dengan merek besar lainnya.

“Keikutsertaan Batang dalam ajang ini membawa misi memperkenalkan produk jadi wastra Batang agar semakin dikenal dan memiliki akses pasar yang lebih luas,” tambahnya secara lugas.

Kekuatan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah

Di sisi lain, Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menyebutkan bahwa ekosistem UMKM di Jawa Tengah saat ini adalah yang terbesar ketiga di Indonesia dengan jumlah 4,45 juta unit berdasarkan data tahun 2025. Menurutnya, festival seperti D’Modifest menjadi jembatan penting bagi pelaku usaha mikro untuk membangun jejaring.

Capaian transaksi yang mencapai ratusan juta rupiah dari berbagai gerai di Jawa Tengah menunjukkan bahwa produk daerah memiliki peluang ekspor yang sangat menjanjikan. D’Modifest 2026 sendiri berlangsung selama tiga hari, mulai 27 Februari hingga 1 Maret 2026, sebagai wadah penguatan ekonomi kreatif di Jawa Tengah.

0 Komentar