RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan secara resmi mengeluarkan imbauan bagi seluruh warga Nahdliyin di wilayahnya untuk mengamalkan kembali doa Qunut Nazilah. Langkah ini merupakan bentuk solidaritas spiritual dalam merespons eskalasi konflik dan krisis kemanusiaan yang kian memanas di kawasan Timur Tengah.
Instruksi ini disampaikan langsung oleh Rais Syuriyah PCNU Kota Pekalongan, Dr. K.H. Hasan Su’aidi, M.Si., merujuk pada surat resmi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Nomor 51/PB.01/A.II.08.47/99/03/2026 yang diterbitkan pada 1 Maret 2026.
“Dengan mencermati eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, maka PCNU Kota Pekalongan sesuai dengan instruksi dari PBNU, mengimbau kepada seluruh warga NU untuk menggalakkan kembali pelaksanaan Qunut Nazilah,” ujar K.H. Hasan Su’aidi di Kantor PCNU setempat, Ahad (1/3/2026) malam.
Baca Juga:Bukan Program Musiman, SD Muhammadiyah Qurrata Ayun Jadikan Tadarus Al-Qur'an Sebagai Napas HarianDekatkan Dokter Spesialis ke Desa, Program Speling di Gedong Kendal Targetkan Deteksi Dini Penyakit
Panduan Pelaksanaan Qunut Nazilah
Sebagai pedoman bagi umat, K.H. Hasan Su’aidi merinci tata cara pelaksanaan doa tersebut agar seragam di setiap masjid dan mushaf di Kota Pekalongan. Qunut Nazilah disunnahkan untuk dibaca pada rakaat terakhir di setiap shalat fardhu lima waktu, termasuk dalam pelaksanaan shalat Jumat.
Dalam praktiknya, doa Qunut Nazilah dibaca saat posisi i’tidal setelah ruku. Untuk shalat selain Subuh, doa ini langsung dipanjatkan tanpa didahului doa Qunut yang umum.
“Khusus ketika dibaca dalam Shalat Subuh, maka doa Qunut Nazilah dibaca setelah Doa Qunut Subuh,” terang K.H. Hasan Su’aidi memberikan penjelasan teknis kepada jemaah.
Misi Kemanusiaan Melalui Jalur Spiritual
Gerakan langit ini dipandang penting sebagai pelengkap ikhtiar kemanusiaan yang sedang dilakukan secara global. PCNU menekankan bahwa doa adalah senjata umat mukmin untuk memohon perlindungan bagi saudara sesama Muslim yang tengah berada di garis depan konflik.
K.H. Hasan Su’aidi berharap, kesungguhan warga Pekalongan dalam mengetuk pintu langit dapat membawa kedamaian dan menjauhkan umat dari marabahaya serta kehancuran yang lebih besar.
“Kami mengimbau seluruh warga Nahdlatul Ulama di Kota Pekalongan untuk bersama-sama membaca doa Qunut agar umat Islam diberi keselamatan oleh Allah SWT,” pungkasnya secara lugas.
