Bagi ibu menyusui, tantangan lain muncul dalam bentuk keterbatasan asupan gizi, kurangnya privasi, dan tekanan psikologis. Menyusui bukan hanya proses pemberian makanan, tetapi juga interaksi emosional yang memerlukan ketenangan.
Dalam kondisi darurat, ibu sering kali harus berjuang mempertahankan kualitas ASI di tengah kelelahan dan kekhawatiran. Situasi ini menunjukkan bahwa dukungan kesehatan bagi ibu menyusui tidak boleh dipandang sebagai pelengkap melainkan kebutuhan utama.
Bayi dan anak-anak berada pada posisi yang sangat rentan terhadap penyakit pascabencana. Sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna membuat mereka mudah terserang infeksi seperti diare, saluran pernapasan, penyakit kulit, dan demam.
Baca Juga:Kisah Isra Mikraj yang Tidak Pernah Selesai DiceritakanCatatan untuk Saudara Ahnaf tentang MDH ala Bung Karno
Lingkungan pengungsian yang padat, sanitasi yang tidak memadai, serta air yang tercemar menjadi faktor pemicu utama penyebaran penyakit.
Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, kondisi ini dapat mengganggu tumbuh kembang anak dalam jangka panjang.
Anak-anak dalam masa pertumbuhan juga menghadapi dampak psikologis yang sering kali luput dari perhatian. Kehilangan rumah, sekolah, dan rasa aman dapat menimbulkan trauma, kecemasan, serta gangguan emosi.
Hak kesehatan tidak hanya berkaitan dengan tubuh yang sehat, tetapi juga dengan kesehatan mental yang memungkinkan anak untuk berkembang secara optimal. Oleh karena itu, layanan dukungan psikososial menjadi bagian penting dalam respon bencana.
Salah satu kebutuhan paling mendasar dalam pemenuhan hak kesehatan adalah kesediaan air bersih. Air bukan hanya untuk minum, tetapi juga untuk memasak, membersihkan diri, serta menjaga kebersihan lingkungan.
Di Pekalongan terdapat banyak alasan dimana pencemaran air selalu terbukti dalam keadaan banjir.
Adanya home industri dan pabrik yang dilakukan di beberapa tempat dengan mengelola batik, kain, dan pakaian yang menghasilkan limbah berlebih lalu dibuang tanpa syarat dan prosedur resmi berujung sungailah yang menjadi tempat berakhirnya itu semua.
Baca Juga:Mengapa Mendengarkan Musik Mempengaruhi Suasana Hati Manusia?Materialisme Dialektika Historis ala Bung Karno dan Krisis Cara Berpikir Mahasiswa Hari Ini
Bahkan karena berlebihnya sampah di masyarakat, membuat TPA Kota Pekalongan sempat tidak sanggup menerima. Hal itu membuat masyarakat membuang sampah di jalanan tanpa memikirkan hasil dari apa yang mereka lakukan ke depannya.
Selain air bersih, pemenuhan kebutuhan gizi menjadi aspek krusial bagi perempuan dan anak.
