Pada Akhirnya, bencana tidak hanya menguji kekuatan infastruktur, tetapi juga menguji kepekaan nurani.
Upaya kecil seperti inovasi penjernih air, dukungan relawan dan kepedulian terhadap kebutuhan khusus perempuan dan anak menunjukkan bahwa harapan selalu ada, bahkan di tengah lumpur dan kehilangan.
Dari situlah masa depan dibangun, bukan hanya dengan beton dan jalan, tetapi dengan keberpihakan pada kehidupan dan martabat manusia. (*)
Baca Juga:Kisah Isra Mikraj yang Tidak Pernah Selesai DiceritakanCatatan untuk Saudara Ahnaf tentang MDH ala Bung Karno
*) Penulis adalah mahasiswa UIN Gus Dur Pekalongan Jurusan Hukum Tata Negara Semester 4.
