Menurutnya, banyak UMKM di bawah naungan organisasi yang kini sudah merambah dunia digital namun belum terdata secara optimal oleh negara.
“Dengan sensus ini, peran UMKM, termasuk milik Aisyiyah, bisa diketahui dan diakui dalam perkembangan ekonomi berbasis online. Petugas dapat melihat kondisi ekonomi masyarakat secara nyata melalui pendataan langsung,” ungkap Rizky.
Selain sosialisasi sensus, BPS Batang juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk mengevaluasi layanan publik serta menyiapkan penyusunan publikasi “Batang Dalam Angka”. Sensus Ekonomi 2026 diharapkan menjadi basis data kuat bagi pemerintah dalam menentukan arah pembangunan ekonomi digital di masa depan. (nov)
